"Cari mati!" Pria yang menodong Karin berteriak tepat di depan telinga. Rasanya telinga ini tuli sesaat. Karin meronta, dan karena gerakan yang terburu-buru itu, lehernya terkena senjata tajam berupa pisau. Darah meleleh, Karin merasakan sakitnya. Air mata keluar, ia takut. "Perempuan ini merepotkan. Habisi saja." Lelaki yang mengambil uang Karin mengusulkan saran itu. "Ayo, bawa dia ke semak-semak. Sebelum itu, mainin dulu." Temannya menyahut dengan tawa menggelegar. "Benar juga. Sangat sayang bila wajah cantik ini disia-siakan. Sebelum mati, kita nikmati dulu." Keduanya menarik Karin menuju semak-semak di pinggir jalan. Karin berteriak, ia meronta dan di saat itu juga mereka memukulnya. Ia dibentak, ditampar, dua lelaki ini tidak peduli akan rasa sakit yang diderita oleh korbannya. "Wanita ini sungguh merepotkan. Habisi saja, lalu kita pergi dari sini," ucap pria kedua, sepertinya ia kesal melihat Karin terus meronta, dan menyuruh temannya agar segera melenyapkan si tawanan. "
Dernière mise à jour : 2026-07-27 Read More