Sebuah pesan masuk ke ponsel Tiara dari Bonar, "Bawa baju dan perlengkapanmu untuk dua hari, kita akan menginap di kota. Lalu kunci kamar kita."Tiara terkejut, jantungnya berdebar kencang. Ia segera membalas singkat, "Baik, Bang. Segera bersiap," lalu bergegas mengemas pakaiannya ke tas.Tiara turun membawa tas travel berukuran sedang, memancing tatapan penuh selidik dari Sabryna dan Sari."Mau ke mana kamu? Bawa tas segala," tegur Sari ketus."Diajak Abang, Teh. Katanya ada urusan di Universitas Wijaya," jawab Tiara santun."Ayo, Sayang, cepat," panggilku terang-terangan di depan mereka, sembari melempar tatapan tidak bersahabat."Permisi, Teh," pamit Tiara ragu.Aku langsung merangkulkan tangan ke pinggang Tiara di hadapan mereka berdua."Tegakkan punggungmu, Tiara," bisikku tegas."Eh, iya, Bang."Aku segera melajukan mobil menuju lokasi bisnis kos-kosan yang akan menjadi aset berharga untu
Read more