"Terserah Abang saja," ucap Tiara daripada berdebat di depan SPG. "Ayo, Bang." Kami pun berjalan ke kasir. Tiara menggesekkan kartu ATM prioritas dengan pin kombinasi tahun pernikahan dan tahun lahir kami. Namun, tepat saat kami melangkah keluar dari gerai fashion tersebut, tiba-tiba sensor alarm berbunyi nyaring. Tiara seketika mematung, wajahnya pucat karena panik saat beberapa pengunjung mal mulai menoleh. Dia menatapku dengan mata bulatnya yang kebingungan, meremas paper bag di genggamannya. Melihat responsnya, aku langsung menarik Tiara ke dalam dekapan untuk menenangkannya. Kutatap petugas keamanan dan SPG yang mulai mendekat dengan pandangan tenang namun tegas, memastikan bahwa sebagai pria terpandang, aku tidak akan membiarkan siapa pun mengintimidasi istriku. "Tenang, Sayang, ada Abang di sini. Biar Abang yang urus," bisikku menenangkan, sebelum beralih
Leer más