Pesawat akhirnya mendarat di Pekanbaru sore itu. Begitu keluar dari area bandara, dua mobil hitam sudah menunggu di lobi penjemputan. Aku menuntun Tiara menuju mobil pertama yang akan membawa pulang dengan pengawalan ketat. Sebelum masuk ke kabin, Tiara berbalik dan menatapku."Abang, jangan lama-lama, cepat pulang ya," ucapnya sambil mencengkeram kaus polo hitamku seperti anak kecil.Aku tersenyum hangat, mengusap punggung tangan Tiara lalu mengecup keningnya dalam. "Iya, Sayang. Selesai urusan, Abang langsung pulang."****Setelah mobil yang membawa Tiara melaju pergi dengan pengawalan ketat, rahangku kembali mengeras. Kehangatan yang terpancar di mataku untuk istriku beberapa detik lalu sirna seketika, Aku berbalik dan melangkah lebar menuju mobil kedua, sebuah SUV hitam yang mesinnya sudah menyala dengan sopir yang sigap membukakan pintu.Sadikin langsung menyusul dan duduk di kursi depan, suasana di dalam kabin langsun
Read more