Paginya, Tiara bangun lebih awal, meninggalkan Bonar yang masih terlelap memeluknya. "Huft... Bang Bonar ini, kalau tidur melilit seperti ular," gumamnya pelan setelah susah payah terbebas dari dekapan suaminya. Pagi itu sekitar pukul lima, Tiara berganti pakaian dengan celana training dan kaus untuk berolahraga. Dia melihat Sadikin, asisten Bonar, masih minum kopi dan makan ubi goreng di teras belakang. Sadikin baginya dulu adalah pria yang menyebalkan karena sering menguntitnya, bahkan menawarkan uang atas perintah Bonar agar bisa disewa. "Kang Dikin..." panggilnya. Sadikin tersedak kopi, buru-buru meletakkan cangkirnya dan langsung berdiri tegak dengan gugup. "Eh, selamat pagi, Ibu Muda. Ada yang bisa saya bantu?" "Saya... mau olahraga ke luar rumah. Tapi belum izin Abang, baru saja ingin pagi ini. Bagaimana ya, Kang?" Sadikin menggaruk tengkuknya yang tidak gatal,
Leer más