“Tante, rumahnya bagus, kan?”Arka kembali bertanya kali ini sembari berdiri menatap Airin dengan wajah penuh harap.Airin terdiam sejenak, menatap Arka, mengelus wajahnya kemudian mengangguk.“Iya, bagus. Rumahnya bagus. Pasti Arka betah.”“Tentu, dong. Mama juga janji akan membuatkan Arka kamar yang bagus dari sebelumnya. Nanti, kalau Arka sudah pindah, Tante Airin harus sering main ke sana, ya?”Sekali lagi Airin mencoba menyembunyikan sesak di dadanya. Ia tersenyum, tapi ia yakin senyumnya seperti orang meringis.Selanjutnya Arka dan Airin berjalan masuk beriringan ke dalam rumah. Tama hanya diam memperhatikan mereka. Tanpa sadar, Airin menjatuhkan brosur perumahan itu dan melayang dekat ke kaki Tama.Tama merunduk, mengambilnya kemudian menatap brosur perumahan tersebut.Sebelumnya ia sudah membayangkan Airin akan berada di dalam rumah itu. Memasak di dapur, bercanda dengan anak mereka d
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-09-08 อ่านเพิ่มเติม