“Kamu … sedang bertengkar dengan suamimu?” tebak Tirta.Airin terdiam sejenak, kemudian buru-buru menggeleng.“Tidak. Saya cuma merasa lebih baik kalau untuk sementara saya tidak di rumah, Dok. Saya takut kalau tetap di sana, pikiran saya malah semakin kacau.”Tirta diam.Ia mencoba memahami Airin, apalagi dengan kondisi kehamilannya.“Ini hanya sementara kok, Dok. Saya hanya ingin menenangkan diri saja, tapi kalau ---”“Tentu, boleh saja,” potong Tirta, “nanti saya akan sampaikan ke Bu Maria. Saya rasa masih banyak kamar kosong di sana.”Airin tersenyum lega sambil berulang menganggukkan kepala.“Eng … kalau mulai hari ini apa boleh, Dok?”Tirta mengangguk. “Iya, gak masalah.”“Terima kasih ya, Dok.”Tirta tersenyum.“Kalau sudah tidak ada apa-apa. Saya kembali ke depan ya, Dok. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih.”Airin tersenyum. Wajahnya yang tadinya muram, tiba-tiba berubah cerah. Tirta bisa melihat jelas perubahannya dan ia yakin kalau ada yang disembunyikan Airin.Sayangnya
Last Updated : 2026-09-11 Read more