"Kha man! Ya ploy hai man rot pai dai! (Bunuh dia! Jangan biarkan dia lolos!)" teriak seorang pria Thailand bertubuh gempal dengan tato harimau di dadanya, sembari mengacungkan sebuah senapan otomatis ke arah kegelapan malam."Man bukan manusia, bos! Man pen pisat! (Dia bukan manusia, bos! Dia adalah iblis!)" balas anak buahnya dengan suara yang bergetar hebat, tangannya gemetar laksana dihantam gempa bumi saat menembakkan peluru secara membabi buta ke arah jajaran pohon kelapa yang melambai ditiup angin laut.Suara rentetan tembakan senapan serbu menderu keras, memecah keheningan sunyi di sebuah pantai terpencil di kawasan Phuket, Thailand. Namun, di balik rimbunnya semak belukar tropis, Marlon bergerak dengan ketenangan yang luar biasa mengerikan laksana sesosok predator puncak yang sedang mengintai mangsanya. Di usianya yang kini menginjak dua puluh empat tahun, reputasi bloody killer milik Marlon telah melesat jauh melampaui batas negara Indonesia, menjadikannya sosok mesin pembu
Read more