"Apakah kamu benar-benar yakin dengan persentase royalti ini, Nak Marlon? Bagi perusahaan, ini adalah kesepakatan yang teramat sangat menguntungkan," ujar Sugalih dengan mata yang sedikit membelalak tak percaya. Ia menatap lembaran draf kontrak kerja sama baru di atas meja kerjanya.Marlon yang sedang duduk santai di hadapan bapak mertuanya hanya mengangguk tenang dengan senyuman tipis. "Aku sangat yakin, Pah. Tujuan utamaku mendaftarkan paten ini atas nama pribadi bukanlah untuk memperkaya diri sendiri secara tamak.""Aku hanya ingin mengunci hak kepemilikan agar tidak bisa dimanipulasi oleh musuh-musuh kita di masa depan," lanjut Marlon, suaranya mengalir dengan sangat halus namun tegas. "Bagi saya, kemajuan finansial dan kejayaan Megah Hardiyata Group adalah hal yang paling utama demi kedamaian hidup Erinka."Sugalih menarik napas dalam-dalam, merasakan keharuan yang mendalam di dalam lubuk hatinya yang paling dalam. Menantunya yang semula dianggap sebelah mata oleh keluarga besar
Read more