"Kakek, Papa, tolong dengarkan ini sebagai sebuah keputusan akhir yang tidak akan pernah saya ubah lagi," ujar Marlon dengan nada suara yang teramat tenang, namun mengandung getaran ketegasan yang sanggup mengunci seluruh perdebatan di dalam ruang perawatan VIP tersebut.Sugalih menatap menantunya dengan dahi berkerut, masih berusaha mencerna arah pemikiran pemuda jenius di hadapannya. "Marlon, apakah kamu benar-benar sudah memikirkan dampaknya? Menjadi penasihat eksternal mungkin melindungimu dari beberapa aturan direksi, tetapi menarik diri sepenuhnya dari lingkaran operasional akan membuatmu kehilangan kendali langsung atas Megah Hardiyata Group."Marlon tersenyum tipis, sebuah lengkungan bibir yang tidak menyiratkan rasa angkuh, melainkan sebuah kedamaian jiwa yang sangat murni. "Papa, kendali sejati tidak pernah terletak pada ruangan megah di lantai atas gedung pusat atau pada kartu nama bertuliskan jabatan tinggi. Kendali saya atas keselamatan keluarga ini ada pada kekuatan fo
Read more