Tidak ada seorang pun yang berani mengucapkan sepatah kata setelah pertanyaan Clarissa menggantung di udara.Eleanor masih terpaku di tempatnya. Wajah angkuh itu terlihat pucat. Jemarinya bergetar, sementara pikirannya dipenuhi penyesalan.Sebastian yang menyadari keadaan itu segera melangkah maju. "Clarissa."Suaranya terdengar lebih lembut dari biasanya. "Kau salah mengerti."Clarissa mengangkat wajahnya perlahan. Matanya yang memerah menatap Sebastian dengan penuh harap."Salah mengerti?"Sebastian mengangguk cepat."Ya. Maksud Eleanor bukan seperti yang kau bayangkan.""Lalu seperti apa?"Sebastian menarik napas panjang. Dalam hitungan detik, dia memaksa otaknya mencari alasan yang paling masuk akal.“Saat malam pertunangan itu ... Eleanor memang mencariku."Tatapan Clarissa tidak beralih sedikit pun. Menunggu alasan Sebastian selanjutnya."Eleanor sedang mengalami kepanikan. Dia terlalu banyak minum hingga emosinya tidak stabil. Saat itu dia menangis dan meminta bantuanku.""It
続きを読む