Setelah selesai makan, Adrian teringat sesuatu dan meminta Yasmin pergi duluan, sementara dia tetap tinggal di ruang VIP itu.Benar saja. Tak lama kemudian, Sofia mengetuk pintu dan masuk."Kak Adrian, aku melihat mobilmu di bawah, jadi aku naik ke sini untuk mencarimu. Nggak disangka, ternyata benar-benar ketemu. Wah, di sini ada aroma parfum wanita. Ternyata Kak Adrian sedang makan bersama wanita cantik, ya. Kalau aku beri tahu Kak Kamila, apa dia akan cemburu?""Hidungmu benar-benar tajam. Kamu benar-benar mirip anjing!" Adrian tahu jika parfum yang dipakai Yasmin adalah parfum kelas atas dan beraroma lembut, yang sekadar untuk menyamarkan bau badan. Sementara, parfum yang dipakai Sofia saat ini jauh lebih menyengat dan mencolok."Kak Adrian, kamu menghinaku, ya?" Sofia duduk di samping Adrian, lalu melihat kotak hadiah jarum akupunktur yang ada di hadapan Adrian. Sofia pun tidak kuasa untuk melihatnya lebih lama."Aku nggak berani menerima uang dari keluarga pasien. Tapi, aku mener
Read more