"Tentu," jawab Lucian sambil tersenyum hangat. "Kalau aku ingin menjadi bagian dari keluarga kalian, maka aku juga harus menghargai perasaan Eve."Keesokan harinya, tepat setelah jam sekolah usai, Evelyn berlari keluar gerbang sambil membawa tas ransel berwarna merah muda. Begitu melihat Daisy menunggunya, gadis kecil itu langsung memeluk ibunya dengan wajah penuh semangat."Mama, hari ini aku dapat nilai bintang lima!" serunya bangga sambil menunjukkan buku tugasnya."Wah, hebat sekali." Daisy mengusap rambut putrinya dengan lembut. "Berarti nanti malam kita rayakan pakai es krim.""Yeay!"Sepanjang perjalanan pulang, Evelyn tidak berhenti bercerita tentang kegiatan di sekolah. Daisy mendengarkannya sambil sesekali tertawa. Namun di balik senyumnya, ia terus memikirkan percakapan semalam. Ia belum tahu bagaimana harus memulai pembicaraan itu, tetapi ia yakin Lucian akan datang sore nanti.Menjelang pukul lima, bel rumah berbunyi. Evelyn yang sedang menggambar di ruang keluarga langsu
閱讀更多