Daisy mengusap perlahan tulisan yang tertera di sudut map itu. Goresan tinta yang mulai memudar tetap ia kenali. Semasa kecil, ayahnya sering menuliskan namanya dengan cara yang sama pada buku gambar, kotak pensil, bahkan bekal sekolahnya. Kenangan yang selama ini terkubur tiba-tiba muncul begitu saja, membuat dadanya sesak."Apa kamu mau membukanya sekarang?" tanya Lucian pelan.Daisy menggeleng."Bukan karena aku takut," katanya lirih. "Aku cuma belum siap aja"Lucian mengangguk. Ia tidak mendesak. Baginya, keputusan itu sepenuhnya milik Daisy.Aiden menatap map tersebut beberapa saat. Ia memang pernah mengenal Richard Wilson, tetapi hubungan mereka tidak pernah benar-benar dekat. Yang ia tahu, pria itu sangat menyayangi Daisy, meski mereka beberapa kali berselisih sebelum beliau meninggal."Kalau begitu, simpan dulu saja," ucap Aiden. "Nggak perlu memaksakan diri."Daisy mengangkat wajah. Ia tidak menyangka kalimat seperti itu keluar dari Aiden. Dahulu, pria itu selalu ingin semua
閱讀更多