Aiden tidak langsung menjawab.Tatapannya masih tertuju pada nama Selena yang terus berkedip di layar ponsel. Beberapa detik berlalu, hingga dering itu akhirnya berhenti dengan sendirinya.Ia menekan tombol di sisi ponselnya, mematikan layar tanpa mengangkat panggilan tersebut."Saya telepon dia nanti," ucapnya pelan.Daisy tidak mengatakan apa-apa. Entah kenapa, melihat Aiden memilih mengabaikan panggilan Selena justru membuat perasaannya semakin rumit. Seandainya kejadian seperti ini terjadi beberapa tahun lalu, mungkin ia akan merasa bahagia. Namun sekarang, ia sudah terlalu lelah untuk berharap.Ia segera menghubungi Martha. Panggilan itu tersambung hanya dalam beberapa detik."Martha, Evelyn udah bangun?""Udah, Bu. Lagi sarapan." Daisy mengembuskan napas lega. "Tolong siapin Evelyn, ya. Sebentar lagi aku pulang. Kita harus ke rumah sakit.”"Siapa yang sakit, Bu?”"Nggak ada." Daisy melirik Aiden sekilas sebelum kembali menatap lantai. "Hari ini ada pemeriksaan.""Baik, Bu."Sete
閱讀更多