Sementara itu, di apartemen kecil yang kini menjadi tempat tinggalnya bersama Evelyn, Daisy baru saja meletakkan ponsel di atas meja ruang tamu. Sudut bibirnya masih menyisakan senyum tipis setelah percakapan singkat dengan Lucian, meski perlahan senyum itu memudar saat pikirannya kembali mengingat ancaman yang diterima putrinya siang tadi.Ia mengembuskan napas pelan lalu menoleh ke arah sofa.Evelyn masih duduk bersila sambil memeluk boneka kelincinya. Mata anak itu terpaku pada kartun yang sedang diputar di televisi, sesekali terkikik kecil ketika tokoh favoritnya melakukan tingkah lucu. Martha duduk di sampingnya sambil mengupas buah apel, sesekali menyelipkan potongan kecil ke mulut Evelyn."Pelan-pelan makannya," tegur Martha lembut ketika Evelyn hampir tersedak karena terlalu semangat tertawa."Iya, Bibi Martha," jawab Evelyn polos sebelum kembali menatap televisi.Melihat pemandangan sederhana itu, dada Daisy terasa sedikit hangat. Setidaknya, untuk malam ini, Evelyn masih bis
閱讀更多