"Ja, kamu kok sekarang bisa orgasme? Dulu kan kamu susah banget. Sampai aku ampun-ampun tetep aja kamu belum nyembur," ucap Linda memecah keheningan usai pelepasan ganda yang mereka rasakan.Praktisi bela diri wanita yang cantik itu masih bersandar pasrah di dada bidang Teja. Dua paha mulusnya melingkar lemas di pinggang sang pria, sementara napasnya yang tersengal-sengal perlahan mulai teratur kembali. Wajah cantiknya berkilat, basah oleh peluh dingin dan rona merah merona yang begitu pekat. Sensasi hangat dari lumuran benih kental Teja yang merendam penuh rongga rahimnya masih menyisakan denyutan-denyutan nikmat yang merambat hingga ke celah jemari kakinya.Teja mengelus lembut punggung mulus Linda, meresapi kehangatan tubuh wanitanya yang telah menyalurkan energi penyokong secara sempurna."Iya, Lin. Setelah aku masuk ke ranah energi Qi tingkat tiga waktu itu tiba-tiba kondisi orgasmeku kembali normal," sahut Teja dengqn napas yang masih terasa hangat menerpa."Oh, iya, Ja. Aku
Ler mais