“Bukan lebih susah, Ja, tapi lebih oada ketekunan kamu buat menjalaninya. Tapi, ayah yakin kamu pasti mampu melewati dan menjangkaunya satu demi satu!“ jawab Toni lembut penuh aura kebapakan.Pembicaraan mereka terjeda saat ketiga wanita Teja muncul dan mengajak mereka makan malam.Mereka pun segera berkumpul di meja makan untuk menikmati kudapan spesial yang sudah diolah oleh tiga master chef cantik tersebut.“Daei mana kamu tahu aku suka semur jengkol, Lin? Bisa-bisanya kamu masak ini buat aku. Enak banget lho ini, seriusan!“ puji Teja saat mulai mencicipi salah satu menu hidangan yang ada.“Hehe, aku sering kirim-kiriman pesan sama Pak Toni, Ja. Jadi, aku tahu semua kebiasaan kamu,” jawab Linda dengqn senyum terkembang.Mereka kembali melanjutkan acara makan malam itu dengan tenang dan penuh kehangatan.—Keesokan harinya, usai mengantarkan tiga wanitanya pulang ke rumah masing-masing, Teja menyempatkan diri untuk kembali ke bangku kuliah.Pagi yang cerah menyambut deru mesin Pajer
Ler mais