Teja mulai menggerakkan jari besarnya menyusuri buah dada montok Berliana.Lelehan gel pelicin beraroma terapi lavender yang hangat membalur telapak tangan kekar sang master muda. Sirkulasi hawa murni energi Qi tingkat empat di dalam perut bawah Teja bergejolak rileks, menyalurkan aura hangat yang mengalir statis melintasi ujung-ujung jemari besarnya. Usapan itu merayap memutar dari lingkar dada atas, menelusuri lingkar keindahan dada bawah wanita yang terlentang pasrah di atas peraduan kayu cendana itu.Meski tidak sebesar milik Nana, Linda, Sari Okta, ataupun Septa, ukuran payudara Berliana tergolong cukup di atas rata-rata, melebihi ukuran milik Panda, Susan, dan Bianca.Proporsi bentuknya tampak begitu padat, berisi, dan mengkal sempurna. Pemandangan dua gumpalan indah berukuran di atas rata-rata itu terhampar polos di bawah pendar remang lampu kamar, memamerkan keanggunan raga wanita berusia dua puluh lima tahunan yang sama sekali belum pernah tersentuh oleh kehangatan jemari
Baca selengkapnya