Bisik-bisik penasaran dari puluhan tamu di sekitar meja perjamuan mengudara, terus saja mengomentari sosok pemuda asing bertubuh tegap yang bersiap menantang sang tuan rumah. Teja mengabaikan seluruh suara sumbang tersebut. Pemuda berumur dua puluh tahun itu hanya melipat kedua lengannya di dada, menjaga ketenangan napas dan kestabilan aliran tenaga dalam di dalam tubuhnya.Ia kemudian melangkah menuju sudut arena pertarungan didampingi oleh Buan dan Budi.Langkah kaki Teja terasa begitu tenang tatkala menaiki tiga anak tangga kayu menuju ring pertarungan. Buan dan Budi berdiri siaga tepat di luar tali arena, menjaga area sudut Teja dari potensi dari orang-orang yang tidak berkepentingan."Tetap tenang dan fokus, Bos. Jangan biarkan ucapan mereka memancing emosi," bisik Budi memberikan penguatan terakhir.Teja mengangguk pelan, melepaskan kemejanya dan menyisakan kaos oblong tebal yang membungkus dada bidangnya.Johar meletakkan mic pada standingnya, lalu ikut melangkah menuju sudut
Read more