Mobil operasional SPN perlahan memasuki halaman luas rumah mewah milik Jim. Deru mesin kendaraan yang halus akhirnya berhenti tepat di depan teras utama. Belum sempat Teja mengayunkan kakinya turun dari mobil, pintu utama rumah megah itu sudah terbuka lebar.Toni, Jim, Berliana, Bianca, Nana, dan Linda berhamburan keluar. Wajah para wanita memancarkan rasa cemas yang belum sepenuhnya reda, sementara Toni dan Jim berdiri tegap di belakang mereka.Pintu kendaraan terbuka lebar. Teja melangkah turun dengan santai, mengibaskan jaket hitamnya yang rapi tanpa ternoda sedikit pun. Di belakangnya, Buan, Budi, Pedro, dan Bintang melangkah keluar dengan dada membusung tegap dan senyum lebar yang tak sanggup disembunyikan."Bagaimana, Ja? Kamu nggak kenapa-kenapa, kan?" cecar Bianca yang langsung berlari mendekat."Aku baik-baik saja, Sayang. Tidak ada luka segores pun," sahut Teja lembut sembari mengusap pelan pipi Bianca."Lalu... gimana pertarungannya di sana, Pak Buan?" tanya Berliana te
Read more