"Sesuai cerita dari Pak Budi dan Pak Buan, kamu hampir dibinasakan oleh Joharsyah, namun Berliana dan pasukannya menerobos masuk, menggunakan nama militer untuk menghentikan semua," terang Toni.Toni menepuk pelan bahu kekar anaknya, membiarkan Teja mencerna rentetan peristiwa dramatis yang terjadi tatkala fisiknya tak sadarkan diri tadi malam."Setelah itu kamu dibawa Berliana ke rumah sakit militer tadi malam. Namun setelah Berliana menghubungi ayah, ayah menyarankan agar kamu dibawa pulang saja agar lebih steril dan aman. Nah, ayah lalu terbang ke sini bareng Nana, Linda, Bintang, dan Pedro dini hari tadi," imbuh Toni.Teja mengusap tengkuknya sembari bernapas lega. Pengorbanan dan keberanian Berliana mengerahkan pasukan militer demi menyelamatkan nyawanya membuat rasa hangat merayap di dalam dada pemuda bertubuh tegap itu."Wah, berarti di luar ada empat wanitaku nih. Aduh semoga mereka akur," gumam Teja meringis pelan.Pikiran Teja mendadak membayangkan suasana di luar kamar. Ber
Read more