"Kenapa, Na?" tanya Teja santai sembari memfokuskan pandangannya pada alur lalu lintas malam kota Surabaya.Sedan Maserati Quattroporte GTS V8 hitam itu meluncur mulus membelah gemerlap lampu jalanan. Di kursi penumpang depan, Nana sejak tadi tak henti-hentinya menatap wajah tampan Teja dari samping dengan binar mata berbinar-binar penuh kekaguman."Enggak, Jo, tapi tadi kamu… keren abisss!" puji Nana penuh semangat.Gadis bergaun biru indah itu mengacungkan kedua jempolnya tepat di depan wajah Teja, memamerkan senyuman paling manis nan menggemaskan yang sanggup meluluhkan hati sang pria."Ah, bukannya sebelumnya kamu udah tahu kalau aku pemilik saham di Grup Yulio?" tanggap Teja terkekeh pelan, melirik sejenak ke arah sang kekasih pertama yang tampak begitu bahagia."Iya, Jo, tapi tadi itu… keren bener! Asli, aku sampai melongo lihat Pak Burhan yang arogan rela bertekuk lutut di kakimu," aku Nana antusias. Matanya berkilat membayangkan betapa cepatnya nasib berbalik saat pria berke
Read more