Bianca mengemudikan mobil mewahnya. Deru mesin halus dari sedan eropa berwarna hitam mengkilap itu menyusuri jalanan kota yang kian renggang. Bianca duduk di balik kemudi dengan begitu anggun, sepasang matanya fokus menatap jalanan di depan, sementara kemeja hijau dan blazer terangnya menambah kesan elegan pada putri pengusaha hotel ternama tersebut. Di sampingnya, Teja menyandarkan punggung tegapnya pada jok kulit yang empuk dan nyaman."Kamu santai aja duduk di situ, Ja. Kamu kan katanya lelah tadi," ujar Bianca lembut tanpa mengalihkan pandangannya dari jalanan."Makasih, Bi. Kamu pengertian sekali," sahut Teja tulus, membalas kebaikan hati kekasih ketujuhnya itu dengan senyuman hangat."Hahaha, cuma nyetir ini, Ja. Bukan hal yang spesial. Justru kamu yang sudah banyak membantu aku dan ayahku sejauh ini," tawa Bianca renyah memecah keheningan ruang mobil yang sejuk.Sentuhan dingin dari penyejuk udara mobil berpadu dengan aroma wewangian parfum Bianca yang menenangkan, membuat ra
Read more