"Lagi mikirin apa, Kang? Kok melamun?"Suara lembut Laras seketika membuyarkan lamunan Fatih.Fatih tersentak. Ia segera mengangkat wajah dan menatap istrinya yang berdiri di hadapannya."E-eh ... enggak. Aku tidak melamun, kok, Ras," sangkalnya sambil memaksakan seulas senyum, meski nada suaranya terdengar sedikit gugup.Laras menatapnya beberapa saat, seolah berusaha membaca isi hati suaminya. Kemudian, ia tersenyum tipis dan duduk di samping Fatih."Kang ..." panggilnya lirih. "Aku cuma berharap, kamu tidak pernah menyembunyikan apa pun dariku."Kalimat sederhana itu membuat dada Fatih terasa sesak. Sejenak ia hanya terdiam, sebelum akhirnya merangkul pundak Laras dan menarik tubuh wanita itu ke dalam pelukannya."Iya, Ras," ucapnya pelan. "Aku mengerti."Fatih sengaja mengalihkan pembicaraan."Oh iya ... selama aku pulang ke kampung kemarin, kamu tidak pernah menemui ibumu, kan?"Laras menggeleng pelan."Tidak."Tatapannya perlahan berubah sendu."Aku sudah tidak ingin bertemu den
Baca selengkapnya