"Aku pergi, Ras. Jaga dirimu baik-baik ya," ucap Fatih pelan, suaranya terdengar berat, sebelum ia melangkah keluar dari kamar."Siapa yang mengizinkanmu pergi, Kang?"Tiba-tiba suara Laras terdengar, bergetar namun tegas, menyembunyikan segala luka yang masih ada di sana.Langkah kaki Fatih yang hendak melangkah pun terhenti seketika. Ia memejamkan mata rapat, merasakan hatinya semakin perih mendengar suara itu."Aku memang harus pergi, Ras. Sebelum semuanya menjadi lebih hancur lagi. Aku tak ingin menjadi alasan kamu menderita seumur hidup. Sekarang kamu bebas, kamu bisa mencari penggantiku. Aku berharap semoga kamu mendapatkan laki-laki yang setia, tulus, dan bisa mencintaimu sepenuhnya tanpa berbagi," ujar Fatih, punggungnya masih membelakangi Laras, tak sanggup menatap wajah istrinya."Aku tak butuh pengganti. Yang aku mau, hanya dirimu, Kang. Hanya kamu," balas Laras mantap."Jangan bicara begitu, Ras. Lebih baik sekarang kamu istirahat. Besok adalah hari baru, saatnya kamu mena
Read more