"Jemput Nyonya ya, Jo?" "Iya, Bi." Bejo meringis kemudian duduk di kursi dekat meja dapur untuk lebih dulu minum. Lutut kalau ditekuk masih nyeri. Kadang rasanya ingin mengumpat dalam hati, apalagi kalau mengingat akan kejadian semalam. Muak sekali rasanya. "Damn it!" Sontak Bibi menoleh padanya mendengar umpatan yang keluar tadi. "Eh kenapa, Jo? Ada yang sakit? Mau Bibi kasih obat lagi?" "Ngak usah, Bi. Jagoan, nggak akan berasa sakitnya ini mah." Padahal saat ketumpahan kuah dia menjerit keperihan. Setelah minum, Bejo pun beranjak dari sana untuk kembali ke kamar. Rebahan sekalian baca-baca sepertinya cocok dengan dirinya yang sedang seperti ini. Namun baru saja berdiri, Bibi menahan pergerakannya. "Jo, tunggu!" Dia pun berbalik melihat Bibi yang kemudian memberikan potongan buah untuknya. Bibi tersenyum mendekati dan memintanya untuk segera meraih piring itu. Kedua alisnya pun terangkat melihat wajah Bibi yang terlihat penuh permohonan. Sepertinya memang a
Baca selengkapnya