Share

Bab 162. Sayang

Author: weni3
last update publish date: 2026-08-17 20:01:08

"Kenapa?" tanya Mila padanya dan dia menggelengkan kepala mendengar pertanyaan wanita itu.

"Nggak apa, Nyonya sudah makan?" tanya Bejo kemudian mengalihkan perbincangan mereka.

"Belum, aku langsung ke sini. Kamu makan ya. Aku ambilin dulu."

"Nggak usah, Nya! Saya bisa sendiri."

Mila segera beranjak dari duduknya kemudian melangkah menuju ruang makan. Sudah ditahan-tahan tetapi masih saja keluar mengambil makan. Jadi enak 'kan... Hhmm...

"Ngapa jadi perhatian banget," gumam Bejo kemudi
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
artisebuahnama
lanjutin ceritanya
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 163. Memeluk

    Cup Kedua mata Mila terbeliak mendapatkan kecupan darinya. Masih dengan jarak yang dekat, Bejo berdehem dan menyeringai melihat ekspresi dari Mila. "Makasih, Nya. Maaf kalau saya lancang. Obatnya tuh ini, Nya." Bejo menarik diri setelah berbisik dan memperhatikan Mila dengan sangat lekat sedangkan wanita itu mendadak salah tingkah seraya mengusap pipinya sendiri. Mila membuang muka tetapi mendadak kepedihan dia rasakan kala sesuatu menyiram lukanya. "Aawwwhh!" "Eh ya ampun! Maaf, Jo!" kata Mila dan bergegas meletakkan piring ke nakas kemudian mengambil tisu untuk membersihkan kuah sayur yang tumpah membasahi lututnya. "Maaf ya, Jo. Maaf sekali, aku nggak sengaja numpahin. Kamu sih! Aku jadinya 'kan salting." Bejo yang kesakitan malah jadi mengulum senyum mendengar apa yang Mila sampaikan. Rasa perih sampai tidak terasa saking gemasnya melihat Mila yang begitu sangat jujur sekali padanya. "Lagi keceplosan ya, Nya? Apa efek di sun?" "Apa sih kamu, Jo! Jangan

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 162. Sayang

    "Kenapa?" tanya Mila padanya dan dia menggelengkan kepala mendengar pertanyaan wanita itu. "Nggak apa, Nyonya sudah makan?" tanya Bejo kemudian mengalihkan perbincangan mereka. "Belum, aku langsung ke sini. Kamu makan ya. Aku ambilin dulu." "Nggak usah, Nya! Saya bisa sendiri." Mila segera beranjak dari duduknya kemudian melangkah menuju ruang makan. Sudah ditahan-tahan tetapi masih saja keluar mengambil makan. Jadi enak 'kan... Hhmm... "Ngapa jadi perhatian banget," gumam Bejo kemudian mengambil ponselnya. Berita tentang kejadian semalam ternyata sudah didengar oleh anak kampus hingga ramai di grup para mahasiswa. Mereka sempat menggali informasi hingga foto-foto Bejo tersebar. Bukan hanya saat melawan tetapi juga saat menghajar para musuh. Memang terlihat sangat waaah sekali karena banyak yang Bejo lawan dari pada kedua sahabatnya. Maka tak heran jika Bejo yang paling merasakan sakitnya.Pagi ini pun rasanya badan masih remuk. Malah lebih dari semalam. Tukang belulang

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 161! Perhatian

    Kedua mata Mila menatap dengan sangat lekat dan kedua tangan wanita itu pun terangkat mengusap wajah Bejo dengan perlahan hingga Bejo meringis mendapati itu. "Ah! Shh... Jangan ditekan dong, Nya!" "Kamu kenapa? Kamu habis tawuran?" cecar Mila yang tak habis pikir dengan apa yang terjadi pada Bejo. "Pergi masih ganteng, kok pulang sudah babak belur begini? Kamu punya musuh atau kamu melakukan kesalahan hingga dikeroyok orang? Ya ampun... Mana saja yang sakit? Ini kok celana sobek begini? Jaket kamu juga." Mila memperhatikan penampilannya dan tidak habis pikir dengan apa yang terjadi padanya. Mila menarik tangan Bejo untuk duduk di kursi ruang tengah dan segera mengambil kotak obat yang ada di sisi dapur. Bejo kemudian membuka jaketnya dan melihat lengan juga siku yang sakit. Tidak heran kalau lecet, jaketnya pun bisa sampai rusak begini. Bejo menghela nafas berat melihat itu semua kemudian membuka celana jeansnya dan menyisakan celana pendek saja. "Tuh lutut kamu sampai luka!

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 160. NGILU

    Bejo meringis kala merasakan tubuhnya yang terasa sakit. Perih di lutut, tangan dan juga punggung. Beruntung bagian kepala aman karena mengenakan helm yang rapat.Edo dan Didi pun segera menghentikan motor mereka kemudian berlari mendekati Bejo yang saat ini berusaha untuk beranjak dari sana."Jo! Lo nggak apa-apa?" Edo segera mengangkat motor yang menindih kakinya.Dia sendiri masih diam belum ingin menjawab, membiarkan mereka membantu dan menarik kakinya setelah Didi meraih tubuhnya untuk beranjak dari sana.Badannya masih sedikit lemas karena mengalami syok tetapi lampu yang menyorot mereka, bersamaan dengan kedatangan motor- motor yang kini berbaris di depan sana membuatnya segera beranjak dan berusaha untuk berdiri tegak menghadapi orang-orang tersebut. Bejo melihat mereka masih dengan helm yang masih terpasang di kepala dan membungkus sampai tidak memperlihatkan kedua mata. Namun dari sepuluh motor di sana yang terlihat menantang, salah satunya tentu saja Bejo kenal. Kedua mat

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 159. OGAH!

    "Dia yang tiba-tiba datang katanya rival lo, Jo." Edo langsung menjelaskan setelah melihat kedatangannya. "Nggak ada rival! Gue nggak punya rival," jawabnya tegas dan lugas. "Katanya juga lo kenal sama dia. Kenal banget!" imbuh Didi dan Bejo berdecak mendengar itu. "Nggak usah ngada-ngada! Bisa jadi cuma mau jebak gue doang." "Tapi katanya...." "Katanya dia bangsad! Bisa nggak lo berdua nggak usah kepancing?" sentak Bejo, emosi juga lama-lama menanggapi tantangan dari orang yang tidak penting bagi hidupnya sekarang. "Tapi emang katanya begitu. Ini rival lo pas SMA. Rebutan cewek pasti lo, Jo." Edo benar-benar tidak bisa diam, terus saja memancing dan terlihat sangat penasaran sekali. "Nggak ada sejarahnya gue rebutan cewek." Bejo menjatuhkan bokongnya di kursi usang yang masih kokoh. Baru datang saja hawanya sudah ingin makan orang. Ditambah ini ada kaitannya dengan masa lalu. Halah! Hidup sudah maju masih mengingat masa lalu, tetapi dia sadar kalau tidak ada masa lalu

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 158. Sangar

    "Menurut kepercayaan masing-masing aja, Nya. Kalau percaya ya ngaruh, kalau nggak percaya ya B aja.""Kamu percaya?""Antara ada dan tiada. Hahahha... Saya nggak terlalu memusingkan itu, Nya. Kalau memang menurut Tuan, tangan saya ngaruh dan Nyonya percaya, tidak masalah tapi kalau tidak juga nggak masalah. Ayo Nyonya! Jangan terlalu memikirkan tentang itu. Mungkin bagi sebagian wanita akan sangat insecure tapi kalau laki-lakinya menerima apa adanya. Masalah itu nggak akan menjadi alasan. Kayak saya, gas pokoknya."Mila terdiam memikirkan apa yang Bejo katakan sampai tidak sadar kalau Bejo sudah keluar dan mengeluarkan semua barang-barang belanjaan dari dalam bagasi. Bibi yang mengetahui kepulangan mereka pun segera mendekati dan ikut membantu. "Sini Jo Bibi bantuin!""Siap, Bi. Monggo!" Bejo tidak menghalangi, ada yang berniat baik ya dia langsung saja dipersilahkan. Lumayan juga untuk mengurangi pekerjaaannya. Tak lama Mila pun keluar dari mobil kemudian menunjuk plastik yang wani

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 02. Tepat Di Titik Sensitifnya

    "Mulai malam ini kalian harus bisa terbiasa bersama!" "Apa maksudmu, Mas?" tanya Mila dengan suara lirih tetapi penuh penekanan dan Bejo hanya menundukkan kepala melihat ekspresi dari Nyonyanya. Saat ini Bejo diminta ikut ke dalam kamar utama. Di sana terlihat sekali ranjang sedikit berantaka

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 01. Bercintalah Dengannya

    "Bejo kamu dipanggil Tuan tuh! Kemana aja sich dari tadi dipanggilin nggak nyaut-nyaut. Bibi nanti ikut kena marah sama Tuan kalau kamu nggak buruan." "Ada apa sich, Bi? Saya abis mandi tadi, basah semua nyuci mobil." "Masuk dulu sana!" Bejo pun melangkah masuk ke rumah besar milik majikan

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 06. Seksi

    Bejo mandi dengan bersih, sedikit rencana untuk membersihkan bulu-bulu halus yang menyelimuti bagian intinya yang akan dia realisasikan dengan baik. Bejo menunduk melihat bagian yang akan digunakan untuk bertempur. Masih belum percaya kalau sebentar lagi akan hilang perjaka. Tentunya hal itu aka

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 05. Warna Lingerie

    Bejo menarik nafas dalam setelah memasang sabuk pengamannya. Dia melirik lagi wanita yang ada di sampingnya. Nyonya Mila terlihat tenang setelah membuat jantungnya berdebar kencang. "Sialand emang ini jantung! Ngapa jadi merinding sebadan-badan? Perasaan di kampus banyak cewek yang deketin gue t

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status