Share

Bab 164. Ijab Sah

Author: weni3
last update publish date: 2026-08-18 18:31:33

"Eh, Jo kamu mau kemana?" teriak Bibi saat melihatnya berlari menuju kamar dan keluar lagi setelah mengambil kunci mobil.

Padahal kaki masih sakit, bahkan Bejo pun berlari dengan tertatih tetapi tidak membuatnya gentar. Dia harus mencari Mila.

"Niat banget sih ini cewek. Ampun gue mah!" gumam Bejo tanpa menggubris teriakan dari Bibi.

Dia segera masuk mobil untuk mencari keberadaan Mila saat ini. "AGH! SIAL!" umpatnya kala kaki dan tangan harus digerakkan untuk menjalankan mobil.

Bejo meri
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 449. Persidangan

    Berulang kali Mila melepaskan klimaksnya. Mila membasahi wajah Saka sampai Saka kewalahan. Mila menarik ikat pinggang yang ada dalam genggaman tangannya hingga kepala Saka terangkat. Saka tersenyum senang menjadi budak seks untuk Mila. Pria itu tidak memberontak. Apalagi saat ini kedua tangan pun Mila ikat. "Ternyata enak seperti ini ya, Mas. Ini yang kamu mau bukan? Nikmat sekali Mas. Apa kamu merasakan itu?" "Ya, Sayang. Sangat-sangat nikmat sekali. Ternyata kamu bisa seperti ini. Tidak sia-sia aku memberikan Bejo untuk menemanimu, menyembuhkanmu, dan mungkin mengajarkanmu. Ternyata hasilnya memang nyata. Kamu bisa sangat berkuasa. Percepat goyangannya, Sayang! Perdalam lagi sampai mentok. Aku suka, Sayang." Mila patuh meskipun semua kandali ada padanya. Mila tidak sama sekali menolak. Sebagai pengabdian menjadi istri, tentu saja Mila memberikan yang terbaik. Tidak ada penyesalan dan apa yang Mila lakukan sangat berkesan untuk Saka. Wanita itu berkuasa di saat Saka sa

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 448. Memuaskanmu

    Mila menyeringai setelah tanda tangan Saka dia dapatkan. Saka sama sekali tidak berkutik karena tangan Mila sudah merogoh tepat di bagian inti pria itu. Akhirnya Saka mendatangi surat pernyataan pembagian harta untuknya. "Terimakasih, Mas." Mila menghempaskan berkas tersebut ke lantai kemudian membuka celana Saka dan bergerak liar di atas tubuh pria itu. Tangannya membuka satu persatu kancing pakaian dan membuangnya dengan percuma. Kali ini Saka benar-benar dibuat terkejut akan apa yang ia lakukan. Keliaran Mila membuat Saka menggelengkan kepala bahkan sampai terkesima dengan bentuk tubuh wanitanya yang semakin menjadi saat ini. Apalagi Mila terlihat sangat profesional mengambil alih apa yang selama ini Saka lakukan. Mila begitu jago, bisa jadi dianggap suhu. Padahal Mila yang sebelumnya selalu takut, gemetar bahkan selalu menolak. Terlihat cupu tetapi sekarang begitu ahli hingga lawan dibuat tak bedaya. Ditambah lagi dengan rasa yang Mila ciptakan. Baru gesekan sudah memb

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 447. Kamu Berubah, Jo!

    "Mau kemana Lo? Udah main-mainnya? Gimana percobaannya? Terus setelah ke gab Kakak Lo gimana perasaan Lo? Sakit? Menyesal? Mau ngacak-ngacak pasir? Basi!" Bejo melepaskan tangannya yang menghadang pergerakan Mala. Bejo kembali bersandar dinding dengan satu kaki menekuk. "Jo..." Mala nampak pucat saat melihat Bejo dan diberhentikan oleh Bejo. Wanita itu begitu sangat terkejut. Tangannya pun segera mengusap air mata sampai benar-benar tak tersisa. Mala berdiri menghadap Bejo yang semula bersandar dinding kemudian berdiri tegak, memandang dengan kedua tangan masuk ke dalam saku celana. "Kamu kenapa di sini, Jo?" "Nggak ada pertanyaan lain?" tanya Bejo balik dengan senyum miring tatapan sinis. Mala pun seolah tak terima dengan sikapnya yang demikian. "Kamu berubah, Jo!" "Apanya yang berubah dari gue? Nggak ada! Dari dulu sampai sekarang gue tetap sama." "Nggak, Jo! Kamu lupa sama aku. Kamu bukan Jo yang dulu. Kamu bukan laki-laki baik yang selalu melindungi aku seperti dulu."

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 446. Kepuasanmu

    "Aku lihat dia membawa wanitanya pulang. Dia sudah membuat hatiku hancur kala itu. Aku marah, aku menegurnya, aku benci dengan apa yang dia lakukan tetapi dia memberikan syarat setelah itu Kak. Dia mengatakan akan meninggalkan semua wanitanya kalau aku mau dijadikan pengganti mereka. Kalau tidak, maka Kak Mila akan tetap diselingkuhi sampai kapanpun karena Kak Mila tidak bisa membuatnya puas. Katanya Kak Mila tidak mau menghangatkan ranjangnya." Kedua mata Mila menatap Saka dengan datar. Benar-benar tidak ada amarah yang keluar dari diri Mila sekalipun telinga Mila panas. Tidak ada sama sekali ocehan yang keluar dari mulut Mila. Mila hanya bungkam dengan kedua mata terus memandang Saka. "Kak aku mohon maafkan aku. Aku tidak ada pilihan lain karena aku tidak suka Kak Saka menggila dengan wanita lain. Aku tidak ingin Kakak terus sakit hati. Aku tidak mau Kakak sampai tau kalau ternyata Kak Saka suka selingkuh. Sebelum Kakak tau, sebelum Kakak menangis melihat Kak Saka membawa wani

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 445. Mengumbar

    "Kenapa jangan? Ini sangat enak, Sayang. Legit sekali! Aku suka. Kamu bagaimana? Suka kan pastinya? Apalagi kalau aku hisap dan gigit kecil. Kamu pasti akan menjerit keenakan, Sayang." Mala menggeleng kepala dan memejam enggan tetapi Saka semakin mendesak, menggesek, dan membuat Mala adem panas. Mala menggigit bibir bawahnya. Kedua mata yang tertutup terlihat gelisah sedangkan Saka semakin gencar membuat Mala tak berdaya. Tangan Mala sudah menolak tetapi tak bisa bebas apalagi Saka semakin tidak karuan gerakannya. Mala dibuat patuh dan tak bisa berkutik. Gerakan Saka yang sangat meresahkan membuat Mala semakin tidak waras saja. "Kak ampun! Jangan begini, Kak! Ingat, Kak Mila! Kalau begini sama saja kita menyakiti Kak Mila. Aku tidak mau, Kak. Aku mohon jangan! Cukup dibatasi saja." "Terus untuk apa kamu mau ikut ke sini kalau tidak ingin bercinta denganku? Jangan mengatakan jika tidak tau, Sayang! Aku tau kamu pasti penasaran dan suka." Mala kembali menggelengkan kepala dan

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 444. Kesucian?

    "Kak aku mohon .. Jangan!" Wanita itu membuang muka dengan kedua tangan berpegangan ujung meja. Wanita itu menahan diri tetapi bukan berarti bisa melarikan diri. Saka sudah sangat ingin, pria itu menyeringai kemudian mendekati, mengkukung dan menjatuhkan kecupan di leher putih yang semakin menggiurkan. "Jangan takut! Kamu sudah tau persoalannya bukan? Kamu sendiri yang ingin menggantikan agar aku tidak menyakiti kakakmu. Sekarang, kamu juga harus menggantikan ranjang kakakmu. Kakakmu yang sampai saat ini belum sama sekali melegakanku dengan kehangatan miliknya." "Kak!" pekik Mala. Ya, wanita itu adalah Mala. Mala yang menahan diri agar tidak disentuh tetapi tangan Saka sudah singgah di pangkal Paha Mala. Tangan Saka dengan lembut mengusap tepat di tengah-tengah dan menempatkan jari tengah di tengah belahan yang saat ini begitu nyata setelah Saka menyingkap rok yang Mala kenakan. "Kak Jangan!" Tangan Mala berusaha untuk melepaskan tangan Saka tetapi Saka tidak melewa

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 05. Warna Lingerie

    Bejo menarik nafas dalam setelah memasang sabuk pengamannya. Dia melirik lagi wanita yang ada di sampingnya. Nyonya Mila terlihat tenang setelah membuat jantungnya berdebar kencang. "Sialand emang ini jantung! Ngapa jadi merinding sebadan-badan? Perasaan di kampus banyak cewek yang deketin gue t

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 04. Mandul

    "Sudah setahun lebih saya menunggu, tapi mana? Sabar! Sabar! Sabar terus! Kamu tuh bisanya cuma nyuruh orang sabar tapi kamu nggak mau berusaha! Kamu mandul 'kan?"sentak wanita tua itu hingga membuat Bejo menghentikan langkahnya. "Apaan sich? Heboh banget!" "Kalau begitu, seenggaknya kasihlah

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 03. Sampai Klimaks

    "Gila! Yakin malam ini mulai deketin Nyonya? Berat! Berat!" gumam Bejo sesampainya kembali di rumah besar milik majikannya setelah mengantar Tuan Saka ke bandara. Bejo menatap rumah besar itu dan memutuskan untuk masuk lewat belakang. Sebelum menemui Nyonya Mila, lebih dulu Bejo mengambil makan.

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 02. Tepat Di Titik Sensitifnya

    "Mulai malam ini kalian harus bisa terbiasa bersama!" "Apa maksudmu, Mas?" tanya Mila dengan suara lirih tetapi penuh penekanan dan Bejo hanya menundukkan kepala melihat ekspresi dari Nyonyanya. Saat ini Bejo diminta ikut ke dalam kamar utama. Di sana terlihat sekali ranjang sedikit berantaka

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status