Share

Bab 374. Benih Bejo

Author: weni3
last update publish date: 2026-10-17 20:48:55

"Kamu langsung ke kampus, Jo?" tanya Mila padanya setelah dia membukakan pintu dan meninggalkan tas di dalam mobil. Dilihat-lihat sepertinya Mila tidak mau ditinggal. Padahal dia ada janji dengan Keysa.

"Nanti dong ngegasnya. Saya mau nyelesain tugas dulu biar cepat sidang. Kalau udah wisuda, udah tenang saya Nyonya."

"Tenang? Kamu mau ninggalin aku, Jo?" tanya Mila begitu sangat menunggu jawabannya. Mila terlihat semakin tidak ikhlas.

"Perasaan saya nggak ngomong apa-apa Nyonya," jawa
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
artisebuahnama
lanjutin jo
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 378. Hal Besar

    " Tidak usah terlalu dipikirkan, Nyonya! Dia datang hanya ingin tau dimana Ayah Nyonya berada dan itu juga karena sudah tak ada lagi uang yang Nyonya kirim ke beliau maka dari itu Ibu anda benar-benar mengusik. Coba saja kalau masih ada dana yang masuk! Beliau tidak akan perduli pada Ayah. Nyonya hanya boleh fokus pada kesembuhan Ayah saja, dari situ kita bisa tau apa yang terjadi selama ini." "Benar apa katamu, Jo. Banyak hal yang ingin aku tau tentang Ibu dan Ayah." Bejo mengangukkan kepala dan mengusap kepala Mila. Dia menatap gemas Mila dan beranjak memberikan minum pada Mila. "Apa yang Nyonya lakukan sudah tepat. Memang seharusnya usir saja! Bukan bermaksud kurang ajar tetapi agar menjadi pembelajaran juga untuk beliau. Toh selama ini Nyonya juga tidak menutup mata. Nyonya sangat amat bertanggung jawab dan baik pada beliau. Tidak ada surga darinya bukan berarti hidup Nyonya berasa di neraka." "Jo hari ini kamu sangat bijak. Bantu aku untuk merawat Ayah!" pinta Mila sete

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 377. Ambruk

    [Saya OTW, Nyonya.] Bejo mengirimkan pesan sebelum menyalakan mesin mobil. Sejenak diam menunggu balasan tetapi beberapa saat ditunggu, tidak kunjung ada balasan dari Mila. Bejo tidak tau kalau Mila sedang mendapatkan tamu tak diundang sehingga harus mengeluarkan semua tenaga yang dimiliki untuk menghadapi orang tersebut. "Kalau Ibu datang hanya ingin menanyakan tentang Ayah. Baik, Mila akan jawab kalau Ayah baik-baik saja. Jadi Ibu tidak perlu khawatirkan pada Ayah. Sekarang Ibu bisa bebas bekerja atau pergi kemana pun tanpa ada yang harus dipikirkan lagi." "Kamu itu pandai bicara Mila! Saya tanya dimana ayahmu dirawat? Kamu bawa kemana ayah kamu? Jangan kurang ajar, Mila! Ayahmu itu suamiku. Apa-apaan kamu tuh jadi melarang-larang orang untuk bertemu." "Dari dulu juga Mila tau. Ada Ayah pasti ada Ibu. Tidak mungkin Mila keluar dari dalam rahim buaya. Mila tau Ibu siapa. Hanya saja untuk sekarang, jangan ganggu Ayah, Bu! Mila sedang berjuang untuk menyembuhkan beliau jad

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 376. Butuh Susu

    [Jo nanti pulang kampus, antar ke rumah sakit ya! Saya ingin membawakan makanan kesukaan Ayah.] Bejo baru saja keluar dari ruangan Keysa. Dia mengusap kasar wajahnya dan menggelengkan kepala setelah melirik pintu ruangan itu. Bejo melangkah menuju kantin sesuai instruksi tadi. Bejo mengambil salah satu tempat. Dia masih sendiri. Mungkin Didi belum selesai atau masih banyak revisian. Edo pun entah kemana. Sudah di kampus atau masih tidur di rumah. Ditemani dengan es kopi dia mengaduk minuman itu dengan sedotan yang diberikan. Otak masih banyak sekali pikiran. Tentu saja, apalagi mengingat permintaan Keysa tadi dan juga apa yang Keysa sampaikan. Satu sesapan dia ambil untuk melegakan kerongkongan dan pikiran. Bejo mengeluarkan ponselnya dari dalam saku celana untuk melihat pesan masuk dari Mila tadi. [Oke, Nyonya.] Bejo menghela nafas panjang kemudian memandang ke arah sekitar. Tentu saja banyak yang memperhatikan. Apalagi dia sendirian. Banyak pasang mata wanita yang in

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 375. Akhirnya ....

    "Maaf, Bu. Ibu mau ngajar atau ke pesta? Mau kondangan ya pulang dari sini?" tanya Bejo sukses membuat Bu Keysa tercengang dan menatap gemas padanya. Bahkan tangan beliau memukul lengannya. "Apa sih kamu, Jo? Kok tanyanya begitu? Nggaklah! Aku mau bimbingan dan ngajar. Masuk!" sahut Bu Keysa dan Bejo menggaruk kepalanya melihat ekspresi beliau yang kesal. "Ya lagian pakaiannya begini. Menarik sih! Menarik buat saya kritik." Keysa melirik sengit kemudian menggelengkan kepala. Mereka pun duduk berhadapan lanjut membahas tentang skripsi yang sedang dikerjakan. Namun dipertengahan, Keysa tertangkap begitu sangat memperhatikan Bejo yang tengah merevisi makalahnya. "Jo." "Iya, Bu." Jawaban Bejo berikan tanpa menoleh pada Bu Keysa. Bejo masih sibuk dan tidak begitu memperhatikan wanita itu. "Kamu masih marah sama saya? Masih anggap saya bodoh?" tanya Bu Keysa dengan kedua mata begitu lekat pada Bejo. "Pertanyaan yang sepertinya nggak perlu saya jawab, Bu." "Sebenern

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 374. Benih Bejo

    "Kamu langsung ke kampus, Jo?" tanya Mila padanya setelah dia membukakan pintu dan meninggalkan tas di dalam mobil. Dilihat-lihat sepertinya Mila tidak mau ditinggal. Padahal dia ada janji dengan Keysa. "Nanti dong ngegasnya. Saya mau nyelesain tugas dulu biar cepat sidang. Kalau udah wisuda, udah tenang saya Nyonya." "Tenang? Kamu mau ninggalin aku, Jo?" tanya Mila begitu sangat menunggu jawabannya. Mila terlihat semakin tidak ikhlas. "Perasaan saya nggak ngomong apa-apa Nyonya," jawabnya santai kemudian tersenyum dan meraih tangan Mila. Namun dengan cepat Mila melepaskan sadar tempat mereka berada. "Ya kamu kayak udah nggak mau lagi nemuin aku, Jo." "Perasaan Nyonya aja itu!" kata Bejo kemudian menutupi pintu mobil. "Masuk, Nyonya! Mau diantar sampai dalam apa sampai sini saja? Saya berangkat ya!" kata Bejo dan Mila menganggukkan kepalanya. "Aku bisa masuk sendiri, Jo. Kamu hati-hati! Pasti ketemu Keysa ya? Ya ampun! Sempit sekali dunia ini. Mas Saka sama Keysa.

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 373. Genit Banget!

    "Jo aku seriusan loh. Gimana Jo badan aku gemuk sekarang? Nggak mau, Jo! Pasti aku berat banget, nggak bisa di atas juga karena keberatan, nggak bagus juga dipandang. Mas Saka aja loh paham. Dia aja udah protes. Masa' kamu nggak ngerti juga?" "Kalau standar Nyonya itu adalah Tuan, nggak akan ada bersyukurnya. Tuan terus begitu aja dia mah. Kalau saya yang penting Nyonya sehat. Ini masih pas kok, Kecuali kalau udah over. Nggak akan diam saya juga. Pasti saya ngomong sama Nyonya. Tenang aja!" "Mana tadi yang mau dikempesin! Sini saya gigit biar kempes! Kali aja nanti anginnya ilang." Mila malah merengut sedangkan Bejo kini agak sedikit beban memikirkan untuk menenangkan wanita yang tengah protes keras. Apalagi yang dibahas berat badan. Semua wanita pasti akan insecure jadinya. Tangan Bejo meraih tangan Mila kemudian memandang wajah cantik Mila yang nampak lesu. Jemarinya menarik dagu Mila dan memandang dengan penuh perhatian. "Mau diet? Pagi kita joging mau? Bangun pagi t

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 03. Sampai Klimaks

    "Gila! Yakin malam ini mulai deketin Nyonya? Berat! Berat!" gumam Bejo sesampainya kembali di rumah besar milik majikannya setelah mengantar Tuan Saka ke bandara. Bejo menatap rumah besar itu dan memutuskan untuk masuk lewat belakang. Sebelum menemui Nyonya Mila, lebih dulu Bejo mengambil makan.

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 02. Tepat Di Titik Sensitifnya

    "Mulai malam ini kalian harus bisa terbiasa bersama!" "Apa maksudmu, Mas?" tanya Mila dengan suara lirih tetapi penuh penekanan dan Bejo hanya menundukkan kepala melihat ekspresi dari Nyonyanya. Saat ini Bejo diminta ikut ke dalam kamar utama. Di sana terlihat sekali ranjang sedikit berantaka

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 01. Bercintalah Dengannya

    "Bejo kamu dipanggil Tuan tuh! Kemana aja sich dari tadi dipanggilin nggak nyaut-nyaut. Bibi nanti ikut kena marah sama Tuan kalau kamu nggak buruan." "Ada apa sich, Bi? Saya abis mandi tadi, basah semua nyuci mobil." "Masuk dulu sana!" Bejo pun melangkah masuk ke rumah besar milik majikan

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 06. Seksi

    Bejo mandi dengan bersih, sedikit rencana untuk membersihkan bulu-bulu halus yang menyelimuti bagian intinya yang akan dia realisasikan dengan baik. Bejo menunduk melihat bagian yang akan digunakan untuk bertempur. Masih belum percaya kalau sebentar lagi akan hilang perjaka. Tentunya hal itu aka

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status