Compartilhar

Bab 373. Genit Banget!

Autor: weni3
last update Data de publicação: 2026-10-17 17:53:29

"Jo aku seriusan loh. Gimana Jo badan aku gemuk sekarang? Nggak mau, Jo! Pasti aku berat banget, nggak bisa di atas juga karena keberatan, nggak bagus juga dipandang. Mas Saka aja loh paham. Dia aja udah protes. Masa' kamu nggak ngerti juga?"

"Kalau standar Nyonya itu adalah Tuan, nggak akan ada bersyukurnya. Tuan terus begitu aja dia mah. Kalau saya yang penting Nyonya sehat. Ini masih pas kok, Kecuali kalau udah over. Nggak akan diam saya juga. Pasti saya ngomong sama Nyonya. Tenang aja!"
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado
Comentários (1)
goodnovel comment avatar
artisebuahnama
lanjutin masa sehari ini satu bab
VER TODOS OS COMENTÁRIOS

Último capítulo

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 374. Benih Bejo

    "Kamu langsung ke kampus, Jo?" tanya Mila padanya setelah dia membukakan pintu dan meninggalkan tas di dalam mobil. Dilihat-lihat sepertinya Mila tidak mau ditinggal. Padahal dia ada janji dengan Keysa. "Nanti dong ngegasnya. Saya mau nyelesain tugas dulu biar cepat sidang. Kalau udah wisuda, udah tenang saya Nyonya." "Tenang? Kamu mau ninggalin aku, Jo?" tanya Mila begitu sangat menunggu jawabannya. Mila terlihat semakin tidak ikhlas. "Perasaan saya nggak ngomong apa-apa Nyonya," jawabnya santai kemudian tersenyum dan meraih tangan Mila. Namun dengan cepat Mila melepaskan sadar tempat mereka berada. "Ya kamu kayak udah nggak mau lagi nemuin aku, Jo." "Perasaan Nyonya aja itu!" kata Bejo kemudian menutupi pintu mobil. "Masuk, Nyonya! Mau diantar sampai dalam apa sampai sini saja? Saya berangkat ya!" kata Bejo dan Mila menganggukkan kepalanya. "Aku bisa masuk sendiri, Jo. Kamu hati-hati! Pasti ketemu Keysa ya? Ya ampun! Sempit sekali dunia ini. Mas Saka sama Keysa.

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 373. Genit Banget!

    "Jo aku seriusan loh. Gimana Jo badan aku gemuk sekarang? Nggak mau, Jo! Pasti aku berat banget, nggak bisa di atas juga karena keberatan, nggak bagus juga dipandang. Mas Saka aja loh paham. Dia aja udah protes. Masa' kamu nggak ngerti juga?" "Kalau standar Nyonya itu adalah Tuan, nggak akan ada bersyukurnya. Tuan terus begitu aja dia mah. Kalau saya yang penting Nyonya sehat. Ini masih pas kok, Kecuali kalau udah over. Nggak akan diam saya juga. Pasti saya ngomong sama Nyonya. Tenang aja!" "Mana tadi yang mau dikempesin! Sini saya gigit biar kempes! Kali aja nanti anginnya ilang." Mila malah merengut sedangkan Bejo kini agak sedikit beban memikirkan untuk menenangkan wanita yang tengah protes keras. Apalagi yang dibahas berat badan. Semua wanita pasti akan insecure jadinya. Tangan Bejo meraih tangan Mila kemudian memandang wajah cantik Mila yang nampak lesu. Jemarinya menarik dagu Mila dan memandang dengan penuh perhatian. "Mau diet? Pagi kita joging mau? Bangun pagi t

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 372. Mau digigit atau ditarik?

    "Nggak apa-apa. Keselek sambel tadi. Lagian pada bahas apaan sih?" Bejo kembali duduk dengan tenang setelah meminum air dan melegakan dirinya. "Kamu yang nggak jelas banget, Jo! Begitu kok bisa sampai batuk-batuk. Kamu tersinggung atau gimana?" tanya Bibi dan Mila menggelengkan kepalanya. Mila tau apa yang terjadi sehingga Mila memilih diam. Mila kemudian melanjutkan makannya. Namun Mila mendadak galau dan menghitung hari terakhir menstruasi. "Siapa yang tersinggung? Kebetulan aja tadi. Untung aja nggak kelolotan sendok. Kalau sampai kemasukan apa nggak repot," sahut Bejo kemudian melirik Mila. "Ngapain, Nyonya? Makan aja! Nggak perlu ngelamun. Bahaya kalau salah masuk ke hidung!" Mila meliriknya, hanya singkat saja, kemudian kembali lagi fokus pada makanan. Bibi pun segera mendekati Bejo dan hendak sarapan. Bertepatan dengan itu, Saka menuruni tangga dan duduk membersamai Mila. "Makan apa itu Sayang?" "Nasi kuning, Mas." "Sejak kapan kamu suka makanan itu? Buan

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 371. Nyonya Hamil?

    "Aku akan berikan asal kamu mau membuka kaki untukku malam ini, Sayang." Mila tersenyum miris mendengar itu kemudian menggelengkan kepala. "Bukan aku tidak mau, Mas. Aku harus menunggu Ayah. Bagaimana kalau diganti dengan aturan yang lain?" tanya Mila dan Saka menggelengkan kepala. "Tidak bisa, Sayang! Kamu tentu paham apa yang aku mau. Apa yang aku inginkan. Sejak awal hanya satu itu. Aku akan berikan apapun yang kamu minta asal kamu mau memberikan kepuasan untukku." "Baik, Mas." Saka menyeringai mendengar jawaban dari Mila. Tangan Saka terangkat mengusap pipi Mila dan memandang dengan kedua mata berbinar. Saka sangat bahagia. Tentu saja! Inginnya bisa terpenuhi itu membuat Saka seperti di atas awan. "Tapi tidak sekarang, Mas." "Kapan, Sayang?" "Apa yang akan kamu berikan padaku, Mas?" tanya Mila memastikan dulu apa yang Saka akan berikan. Satu kali membuka kaki, sudah pasti akan ada kedua, ketiga dan keempat atau selanjutnya yang tak mungkin bisa Mila hindari

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 370. Jaminan

    "Kalau memang Nyonya sudah saya hangatkan dan saya puaskan. Tidak mungkin Nyonya bisa berlari menaiki tangga dan mendekati Tuan. Lihat saja kaki Nyonya! Tidak gemetar sama sekali dan tetap kokoh berdiri di hadapan anda!" tunjuk Bejo dan Saka menunduk memandang kaki Mila. Saka memperhatikan kedua kaki telanjang Mila yang masih kuat berhadapan dengan mereka. Mila pun menoleh memperhatikan. "Aman!" ucap Bejo lirih tanpa terdengar oleh Saka dan Mila menganggukkan kepala merespon dirinya. Saka kembali mendongak, berdiri dan memandang lagi wajah Mila. Saka melihat lagi bagaimana ekspresi Mila. Wanita itu diam dengan bibir merapat membiarkan Saka sibuk dengan pikirannya. "Mandi sana!" perintah Saka dan Mila menganggukkan kepala kemudian melangkah masuk ke dalam kamar mandi. Mila meninggalkan kedua pria yang masih bersitegang rasa. Rasa ingin dan rasa nanggung yang ditahan oleh kedua pria tersebut membuat mereka campur aduk. Saka dan Bejo kembali memandang satu sama lain. Kedua

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 369. Ocehan

    "Nyonya dipanggil Tuan." "Baik, Bi." Mila keluar seraya merapikan pakaiannya. Langkah kaki jenjang wanita itu kembali menaiki tangga. Terlihat buru-buru dengan pakaiannya yang semakin berantakan. Pergerakan yang sangat mencurigakan. Tentu saja karena setelah memperhatikan majikan, Bibi langsung menoleh menatap Bejo yang berdiri memperhatikan Mila dari ambang pintu kamar. "Haish! Ngawur kamu, Jo!" oceh Bibi dan Bejo melirik beliau dengan tenang dan santai seraya menarik turunkan alisnya. "Ada Tuan juga kamu gas. Nggak ngerti wayah kalau kata orang Jawa!" "Wayah apaan?" "Waktu! Kamu tuh parah! Kalau sampai Tuan ngamuk gimana? Itu air kecilin! Kasihan orang sampai teriak-teriak di atas. Kayaknya udah kemana-mana itu air. Buruan! Jangan kebangetan!" ujar Bibi seraya meraih tangannya. "Malas banget! Biarin aja aturan mah!" "Yeee... Ya jangan gitu! Dendam banget kamu sama Tuan." "Lebih tepatnya memberikan pelajaran sih. Ngasih masalah kecil dari banyaknya masal

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 06. Seksi

    Bejo mandi dengan bersih, sedikit rencana untuk membersihkan bulu-bulu halus yang menyelimuti bagian intinya yang akan dia realisasikan dengan baik. Bejo menunduk melihat bagian yang akan digunakan untuk bertempur. Masih belum percaya kalau sebentar lagi akan hilang perjaka. Tentunya hal itu aka

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 05. Warna Lingerie

    Bejo menarik nafas dalam setelah memasang sabuk pengamannya. Dia melirik lagi wanita yang ada di sampingnya. Nyonya Mila terlihat tenang setelah membuat jantungnya berdebar kencang. "Sialand emang ini jantung! Ngapa jadi merinding sebadan-badan? Perasaan di kampus banyak cewek yang deketin gue t

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 04. Mandul

    "Sudah setahun lebih saya menunggu, tapi mana? Sabar! Sabar! Sabar terus! Kamu tuh bisanya cuma nyuruh orang sabar tapi kamu nggak mau berusaha! Kamu mandul 'kan?"sentak wanita tua itu hingga membuat Bejo menghentikan langkahnya. "Apaan sich? Heboh banget!" "Kalau begitu, seenggaknya kasihlah

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 03. Sampai Klimaks

    "Gila! Yakin malam ini mulai deketin Nyonya? Berat! Berat!" gumam Bejo sesampainya kembali di rumah besar milik majikannya setelah mengantar Tuan Saka ke bandara. Bejo menatap rumah besar itu dan memutuskan untuk masuk lewat belakang. Sebelum menemui Nyonya Mila, lebih dulu Bejo mengambil makan.

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status