Wira melempar pandangan terakhir pada kedua orang di hadapannya sebelum melangkah menuju pintu keluar. "Ingat, tetap berada di dalam sampai situasi memungkinkan. Tempat ini aman, tapi jangan lakukan hal ceroboh juga..""Cih, memangnya apa yang bisa orang seperti kami lakukan?" Ledek Alvian."Apa kau bilang? Kalian bahkan bisa mengacaukan seluruh kota jika tidak diperingatkan."Lily merasa canggung melihat reaksi marah dokter Wira, dia menahan Alvian dan memberinya isyarat agar segera mundur. "Dokter Wira benar, tenang saja aku akan mengawasinya."Pintu kayu tua itu tertutup dengan derit halus, menyisakan keheningan yang damai di antara Alvian dan Lily.Alvian menyandarkan punggungnya ke sandaran sofa yang sedikit berdebu. Matanya menyapu sekeliling ruangan—dinding bercat mengelupas di beberapa sudut, foto-foto tua yang ditinggalkan pemiliknya, serta bayangan remang-remang dari lampu bohlam gantung yang berayun pelan."Luar biasa," gumam Alvian seraya mengusap tengkuknya. "Dari tua
Last Updated : 2026-10-03 Read more