"Ada yang perlu saya bantu, Nona? Jika tidak, saya akan segera pergi dari kamar Nona." Ratih berkata setelah bangkit dari ranjang Zella."Tunggu, sebentar." Fera bingung, cara ia mengatakannya. Tadi ia sudah menolak makanannya, sekarang ia lapar apalagi makanannya terlihat sangat menggiurkan.Ratih menurut, ia menunggu perintah dari sang Nona. "Bawa sini makanannya, biar saya makan saja. Obatnya sekalian."Ratih tersenyum kecil, ia langsung mengambilkan nampan berisi makanan serta obatnya. Nampan tadi ditaruh di nakas oleh Ratih. "Nona makanannya sudah dingin, bagaimana jika makanannya saya ambilkan yang baru saja.""Tidak usah, saya mau itu saja." Mau tidak mau, Ratih memberikannya makannya. Sepertinya mendengar jawaban dari Ratih, membuat tenaganya terkuras habis. Hingga membuat Fera kelaparan.***Seorang gadis cantik sedang berada di sebuah taman yang sangat indah, ia melihat ke sekeliling untuk mengagumi pemandangan yang ada di hadapannya."Indah sekali, sebenarnya aku ini sedang
Dernière mise à jour : 2026-06-09 Read More