Home / Romansa / Antagonis Kesayangan Tuan Muda / Chapter 5. Drama Adeeva

Share

Chapter 5. Drama Adeeva

Author: Fha_rissa
last update publish date: 2026-06-09 20:19:48

"Ayo kita makan, ngobrolnya nanti aja," titah Arlen selaku tertua di antara mereka.

Adeeva kebetulan duduk di samping kanan Fera, tiba-tiba menyenggol Fera yang sedang mengambil mangkuk berisi kuah panas. Kuah panas itu malah tumpah di baju Adeeva.

"Aduh panas!" teriak Adeeva langsung bangkit dari kursinya. Melihat baju Adeeva terkena kuah panas, jelas semua orang jadi panik. Tak terkecuali Zio, tetapi Darren yang terlihat lebih panik. "Pelayan ambilkan kain cepet!"

Pelayan yang mendengar perintah dari Tuan Mudanya, langsung bergegas mengambilkannya dan memberikannya pada Darren. Darren langsung membantu membersihkan baju Adeeva yang terkena kuah panas. "Ayo kita ke rumah sakit," ajak Darren.

"Enggak usah, aku udah gak papa. Paling melepuh dikit doang kok," balas Adeeva. Dengan emosi memuncak, Darren menghampiri Fera. Pria itu menampar Fera dengan keras.

"Darren!" teriak Metha, Arlen bahkan Zio.

Fera yang berada di tubuh Zella, memegang pipinya yang baru saja ditampar oleh Darren. Padahal ia tidak melakukan kesalahan apapun, tetapi malah mendapatkan tamparan.

"Bang Darren kenapa nampar aku?" tanya Fera dengan wajah bingungnya.

"Kamu masih tanya kenapa gue tampar lo, gue tampar lo karena lo pantes dapatin itu. Lo sengaja kan numpahin kuah panas itu ke badan Adeeva? Biar Adeeva kepanasan," marah Darren tidak terkendali.

"Aku nggak sengaja, Bang. Tanganku tadi kesenggol, terus aku nggak bisa nahan jadi tumpah," balas Fera berusaha membela diri.

"Alesan aja, lo sehari nggak buat ulah nggak bisa kayaknya nggak bisa deh." Darren benar-benar kesal pada adiknya.

"Udah, aku udah nggak papa kok. Aku tau kok, kalau Zella itu nggak sengaja." Ucapan Adeeva memang terdengar membela Fera, padahal Fera tahu bahwa Adeeva sengaja melakukannya karena ingin terlihat baik.

"Ternyata benar, Adeeva sangat licik. Jelas-jelas tadi dia yang nyenggol, tapi berlaku seperti korban padahal kan pelakunya. Dia sengaja mau buat aku dimarahi sama semua orang. Aku nggak akan diem aja, aku bakalan bales dia," ujar Fera di dalam hati.

Fera mengepalkan tangannya, ia kini baru merasakan tidak enaknya jadi Zella. Pembelaannya tidak di dengar, akan tetap dianggap salah oleh semua orang.

"Kamu ganti baju dulu, Adeeva. Pakai baju Tante dulu. Setelah itu dokter akan memeriksa kamu, paling enggak luka kamu akan diobati," titah Metha.

"Baik, Tante."

"Kak Adeeva, nggak usah dekat-dekat lagi sama Zella. Nanti kena sial lagi," ujar Hima sengaja memperkeruh suasana.

"Aku tadi nggak sengaja, kenapa semuanya malah terus mojokin aku sih." Fera sengaja mengeluarkan air mata buayanya, agar bisa menarik simpati semua orang. Jika Adeeva bisa akting untuk membuat semua orang kasihan, Fera pun jelas sangat bisa akting. Bahkan jago, karena ia adalah seorang artis terkenal.

"Zella jangan nangis. Kami nggak akan memojokkan kamu kok, "ujar Metha perhatian.

"Kalau nggak mau dipojokkan ya minta maaf, biar gimana pun tetap kamu yang salah karena udah numpahin kuah panas ke baju Kak Adeeva," ucap Shaka.

"Kalau Kak Shaka maunya gitu, aku bakal turutin." Fera berjalan mendekati Adeeva. "Kak Adeeva, aku minta maaf. Sungguh, aku nggak sengaja. Sebagai permintaan maafku, biar aku yang pinjemin Kak Adeeva baju."

Lagi-lagi mereka dibuat terkejut, dengan perilaku Fera yang berada di tubuh Zella. Mereka dan Fera sendiri tahu, bahwa selama ini Zella sangat anti meminta maaf pada Adeeva sekalipun ia salah. Sedangkan kali ini, Fera sengaja meminta maaf sekalipun dirinya merasa tidak bersalah. Karena ia tidak ingin semua orang semakin membencinya, mulai sekarang dirinya akan menampilkan Zella dengan sosok yang berbeda.

"Tumben banget lo mau minta maaf, apa karena amnesia lo jadi gini?" komentar Hima.

"Sudahkan Shaka, Zella udah minta maaf. Sekarang biarkan Adeeva ganti bajunya dulu, dia pasti nggak nyaman," ucap Metha.

Sejak tadi, Zio tidak mengeluarkan suaranya. Padahal Adeeva adalah calon istrinya, harusnya pria itu yang membela Adeeva dengan keras bukan Darren apalagi Shaka.

"Biar aku yang temenin Kak Adeeva, Tante," ujar Hima.

Hima dan Adeeva pergi ke kamar tamu untuk berganti baju, Fera memanggil Ratih memintanya mendekat. Ia menyuruh mengambilkan baju barunya untuk dipakai Adeeva.

"Jangan lupa, kamu taruh perekam suaranya di kamar tamu. Jangan sampai ketahuan Kak Adeeva atau siapapun," bisik Fera pelan.

Awalnya Fera tidak terpikir untuk melakukan hal itu sebelumnya, tetapi ia melihat pelayan memakai perekam suara. Setelah bertanya pada Ratih, apakah wanita itu punya. Ternyata Ratih punya, Fera meminjamnya sebentar untuk mendengarkan percakapan Adeeva.

Fera diberitahu Ratih, bahwa semua pelayan diwajibkan menggunakan perekam suara ketika jam kerja. Hal itu dilakukan untuk mencegah para pelayan berkhianat.

***

Adeeva sudah selesai ganti baju, tetapi baju yang dipakai adalah baju Metha, bukan baju yang Fera pinjamnya. Fera yang melihat hal itu, hanya bisa tersenyum menyeringai.

Semuanya sedang mengobrol di ruang keluarga, Fera sendiri memilih diam saja karena ia tidak tahu bagaimana memulai obrolan.

Fera tersenyum kecil, ia mendapatkan sebuah ide berlian. "Bang Zio," panggil Fera manja.

Dengan datar, Zio menjawab. "Ada apa?"

"Bang Zio, aku'kan amnesia. Boleh nggak Abang, antar aku keliling rumah. Aku ingin melihat ada apa saja di rumah ini, karena aku hanya tau kamarku, ruang makan lalu ruang keluarga," pintanya dengan manja.

"Manja banget, padahal kalau mau keliling ya keliling sendiri aja, nggak usah ngerepotin orang," ketus Hima.

"Saya akan antar kamu," jawab Zio cepat, tetap dengan wajah datarnya. Dari tadi, saat gadis itu sibuk memikirkan banyak hal. Sampai ia baru sadar, tokoh pria idamannya kini ada di hadapannya. Jika bisa dideskripsikan, ketampanan Zio bak dewa yunani. Lebih tampan dari bayangan Fera saat membaca novelnya.

Fera jelas sangat senang mendengarnya, berbeda dengan kedua Kakak Zella yang lain, Hima dan juga Adeeva. Apalagi Adeeva terlihat jelas tengah cemburu, gadis itu mengepalkan tangannya dengan kuat. Itulah yang ingin Fera lihat, karena itu ia sengaja meminta antarkan Zio. Padahal Ratih bisa saja mengantarkannya berkeliling.

"Hima, kamu tau enggak Ferandha Carissa meninggal dunia baru saja," ujar Franda memberitahu Hima dengan heboh.

"Ferandha Carissa siapa yang kamu maksud?" tanya Zio penasaran.

"Ituloh Kak Zio, Ferandha Carissa yang artis terkenal. Padahal karirnya lagi naik-naiknya," jawab Franda.

"Memang meninggal karena apa, Fran?" Rion yang penasaran juga ikut bertanya.

"Kabarnya sih Ferandha Carissa meninggal karena kecelakaan mobil, mana masih muda lagi. Sayang bangetkan."

Fera terkejut bukan main, kenapa di dunia novel ini ada dirinya yang asli? Namun, Fera juga kurang yakin. Bisa jadi yang Ferandha Carissa dimaksud bukanlah dirinya, melainkan orang lain.

Diam-diam Fera memperhatikan, perubahan ekspresi Zio saat mendengar kabar kematian Ferandha Carissa. Zio terlihat lebih sendu, apa pria itu sedih mendengar kabar duka itu.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Antagonis Kesayangan Tuan Muda   Chapter 13. Putus

    Yudha diam saja, tidak menjawab pertanyaan Reno."Yud, jangan diem aja. Lo jawab pertanyaan Reno," paksa Tio."Tuan, sebaiknya Anda segera menyelesaikan pembayaran. Jika sudah, Anda bisa mengobrol sepuas Anda," tagih Pelayan itu."Kamu bisa sabar nggak sih! Saya pasti akan bayar kok!" bentak Yudha. Bukan hanya pelayan yang kaget mendengar bentakan Yudha, sahabat-sahabat Yudha pun juga ikut kaget."Gimana mau bayar, orang uangnya aja nggak ada. Kalian pinjemin dulu aja uang ke Yudha, atau kalian pilih patungan. Dari pada kalian semua masuk penjara, karena nggak bisa bayar tagihannya. Aku sih nggak ikut makan, jadi nggak bakalan di penjara," ujar Zella dengan begitu santainya.Sahabat-sahabat Yudha jelas langsung ilfe pada Yudha, mereka selama ini percaya bahwa Yudha orang kaya. Padahal kenyataannya bukan seperti itu."Sayang, kamu jangan nakut-nakutin dong. Gimana kalau kamu bantuin bayar dulu, kamu 'kan bisa telpon saudara kamu. Mereka 'kan kaya pasti mau bayarin dulu tagihannya, bagi

  • Antagonis Kesayangan Tuan Muda   Chapter 12. Mengerjai Yudha

    Bukan langsung makan, mereka malah menatap semua makanannya dengan tatapan kelaparan. "Ayo di makan, jangan bengong aja," ajak Yudha pada sahabat-sahabatnya. Semuanya makan dengan lahap kecuali Zella, ia hanya memperhatikan mereka yang makan dengan lahap seperti orang yang tidak pernah makan. "Kamu nggak makan, Zella?" tanya Kartika sok perhatian. Padahal gadis itu tadi habis suap-suapan dengan pacar Zella, mereka melakukan itu dengan dalih saling mencoba makanan masing-masing. Padahal kalau mau mencoba tidak perlu suap-suapan segala. "Enggak, aku tiba-tiba nggak nafsu makan," balas Zella. Padahal ia sengaja tidak ingin makan, walaupun sudah pesan. Agar saat dipaksa membayar, Zella berdalih ia tidak makan jadi tidak mau membayar. "Kalau gitu, makanan kamu buat aku ya," kata Kartika tidak tahu malu. "Iya, kamu makan aja." Kartika serius dengan ucapannya, memakan makanan milik Zella. Gadis itu tidak tahu saja, bahwa harga makanan yang Zella pesan sangatlah mahal. Mungkin jika tahu,

  • Antagonis Kesayangan Tuan Muda   Chapter 11. Menemui Yudha

    Baru saja Zella memejamkan mata, tetapi ponselnya malah berbunyi hingga membuatnya membuka mata kembali. Zella ingin menghiraukan nada dering ponselnya yang terus berbunyi tanpa henti, hingga ia akhirnya mengambil ponselnya. Gadis itu melihat siapakah yang menghubungi malam-malam.Terdapat nama Yudha di ponselnya, ternyata pria yang menjadi pacar Zella-lah yang menghubungi gadis itu saat hari sudah larut malam. Zella malas sekali mengangkat telponnya, tetapi ia teringat ingin memberikan pelajaran pada pria itu."Halo ini siapa ya?" tanya Zella sengaja, Zella memang tahu siapa Yudha. Namun, ia tidak tahu bagaimana rupanya karena memang belum sempat mencari tahu."Sayang, aku dengar kamu udah sadar makanya aku telpon kamu. Aku seneng banget akhirnya kamu sadar juga, kamu enggak kangen sama aku?" Mendengar suara Yudha yang dibuat sok lembut, Zella mendadak mual rasanya ingin muntah."Kamu siapa ya? Kok berani-beraninya manggil saya sayang." "Ini aku pacar kamu, masa kamu lupa saya aku s

  • Antagonis Kesayangan Tuan Muda   Chapter 10. Cinta Zio

    Zio memang mencintai seorang gadis dalam diam, gadis yang beruntung itu adalah Ferandha Carissa. Zio mencintainya sebelum Ferandha menjadi artis terkenal, tetapi pria itu tidak berani bertemu maupun mendekati Fera padahal Zio bukanlah orang sembarangan. Zio adalah seorang Tuan Muda Syailendra, jelas hartanya sangat banyak.Namun, bukan insecure alasan Zio tidak berani mendekati Fera. Zio tau ia sudah dijodohkan dengan Adeeva, saat dirinya berniat mendekati Fera. Perjodohan yang diatur oleh kedua orang tuanya, tentu tidak akan mudah ditentang. Apalagi perjodohan yang ia jalani adalah perjodohan bisnis.Zio tidak ingin gegabah mendekati Fera, apalagi ia tahu dirinya sudah dijodohkan dengan gadis lain. Pria itu tidak ingin gadis yang ia cintai merasa ditinggalkan, jika saat itu ia benar-benar mendekati Fera dan berhasil mendapatkan hati Fera. Sedangkan mereka tidak dapat bersatu karena terhalang restu.Padahal belum tentu saat Zio mendekati Fera, gadis itu bisa luluh dan menerima cintany

  • Antagonis Kesayangan Tuan Muda   Chapter 9. Menampakan Diri

    "Kalau itu keputusan lo, gue nggak bisa mencegahnya," kata Talia. Prita melihat jam yang melingkar ditangannya. "Gue ada kerjaan, Tal. Lo mau pulang kapan? Gue pergi sekarang soalnya.""Gue mau di sini dulu, Prit. Lo kalau mau pergi-pergi aja," ujar Talia dengan santai."Lo serius? Emang lo enggak ke rumah sakit, bukannya anak lo masuk rumah sakit ya kemarin?""Gue serius, iya Clara memang masih di rumah sakit tapikan ada Papanya. Suami gue udah kasih waktu gue buat berduka, jadi mungkin besok gue baru balik ke rumah.""Yaudah, gue pergi dulu ya. Lo ati-ati ya di sini, kalau ada apa-apa lo bisa hubungi gue," pamit Prita sebelum berlalu dari hadapan Talia.Setelah kepergian Prita, suasana di rumah Fera terasa begitu sepi karena memang hanya Talia di sana."Rumah ini bakal tetap jadi rumah kenangan kita, Fer. Gue enggak akan biarin rumah ini dijual atau diambil alih oleh orang yang enggak bertanggung jawab, karena gue tau selain banyak kenangannya. Rumah ini adalah rumah peninggalan ora

  • Antagonis Kesayangan Tuan Muda   Chapter 8 : Persahabatan Talia dan Fera

    Zella merasa sudah waktunya ia pergi dari pemakaman, sekarang bukan saatnya ia bersedih-sedih lagi. Mau tidak mau gadis itu harus menerima kenyataan."Selamat tinggal, Fera," pamitnya sebelum pergi.Setelah memastikan tidak ada orang sama sekali, Zio berjalan mendekati makam Fera. Pria itu menangis tersedu-sedu. "Kita bahkan belum pernah bicara berdua lagi Fer, setelah waktu, tapi sekarang kamu malah pergi dari hidupku. Kenapa kamu harus pergi sekarang? Padahal aku mempunyai rencana untuk menemui kamu sebentar lagi, setelah sekian lama aku baru berani bertemu kamu. Ternyata semua sudah terlambat."Zio yang mempunyai sifat kaku dan dingin, ternyata ia bisa terlihat sangat hancur di depan makam Fera. Padahal Zio dan Fera tidak memiliki hubungan apapun.***Zella kembali ke mobil, di sana sudah ada Pak Jono yang sejak tadi menunggunya. "Pak Jono antarkan saya ke suatu tempat," pintanya saat sudah masuk mobil."Baik, Nona.""Ingat, jangan beritahu siapapun kalau saya ke makam lalu ke te

  • Antagonis Kesayangan Tuan Muda   Chapter 4. Bertemu Dengan Zella

    "Ada yang perlu saya bantu, Nona? Jika tidak, saya akan segera pergi dari kamar Nona." Ratih berkata setelah bangkit dari ranjang Zella."Tunggu, sebentar." Fera bingung, cara ia mengatakannya. Tadi ia sudah menolak makanannya, sekarang ia lapar apalagi makanannya terlihat sangat menggiurkan.Ratih

  • Antagonis Kesayangan Tuan Muda   Chapter 3. Orang Kepercayaan Zella

    Fera kini hanya bisa meratapi nasibnya, semua yang terjadi tidak dapat dipercaya oleh akal pikirannya. Bagaimana tidak, ia kecelakaan dikira tidak akan meninggal dunia menyusul kedua orang tuanya. Akan tetapi, dirinya malah masuk ke dalam novel.Banyak pertanyaan dibenak Fera, mengenai alasan terja

  • Antagonis Kesayangan Tuan Muda   Chapter 2. Grizella Lucelia Syailendra

    Terdengar suara berisik, hingga membangunkan seorang gadis cantik. Dengan perlahan ia membuka matanya, gadis itu terkejut melihat sekelilingnya. Dirinya merasa begitu asing dengan tempatnya berada, bahkan dengan orang-orang yang ada di sekelilingnya."Kenapa aku di sini? Bukannya aku sudah mati?" t

  • Antagonis Kesayangan Tuan Muda   Chapter 1. Feranda Carissa

    Seorang gadis cantik, terlihat tengah mengkhayal di dalam kamarnya. Sampai suara ketukan pintu terdengar begitu nyaring, hingga khayalannya langsung buyar."Ganggu orang lagi mengkhayal aja," keluh gadis itu yang tidak lain adalah Ferandha Carissa. Ferandha atau kerap disapa Fera adalah seorang art

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status