หน้าหลัก / Romansa / Antagonis Kesayangan Tuan Muda / Chapter 2. Grizella Lucelia Syailendra

แชร์

Chapter 2. Grizella Lucelia Syailendra

ผู้เขียน: Fha_rissa
last update วันที่เผยแพร่: 2026-06-08 19:45:42

Terdengar suara berisik, hingga membangunkan seorang gadis cantik. Dengan perlahan ia membuka matanya, gadis itu terkejut melihat sekelilingnya. Dirinya merasa begitu asing dengan tempatnya berada, bahkan dengan orang-orang yang ada di sekelilingnya.

"Kenapa aku di sini? Bukannya aku sudah mati?" tanya gadis itu dari dalam hati.

"Nona Grizella sudah bangun? Nona butuh sesuatu?" tanya para perempuan berseragam seperti pelayan, sepertinya mereka ada pelayan. Beberapa pelayan tampak pergi dari ruangan itu.

Gadis itu tampak memegang kepalanya yang mendadak terasa pusing, ia masih sangat bingung dengan apa yang terjadi padanya.

"Akhirnya lo bangun juga, Zella. Gue kira lo nggak akan bangun lagi, mungkin kita semua akan tenang jika hal itu terjadi," kata seorang pria yang baru masuk ke dalam ruangan itu di susul oleh beberapa orang.

"Zella? Siapa Zella, aku Fera," ujar gadis itu berbicara di dalam hati.

"Jaga bicara kamu, Darren! Kamu nggak seharusnya berbicara seperti itu sama adik kita," ujar pria tampan yang langsung bisa membuat gadis itu terpanah. Memang pria bermulut tajam juga tampan, tetapi pria yang kedua ini lebih tempat bahkan terlihat begitu sempurna di mata gadis itu. Pria itu berjalan menghampiri sang gadis dengan wajah khawatir. "Gimana keadaan kamu sekarang, Zella?"

"Siapa kamu? Aku di mana? Kalian siapa?" tanya gadis itu dengan wajah kebingungan.

"Enggak usah pura-pura amnesia deh, Zell. Enggak akan ada yang percaya juga," balas pria tampan lainnya yang langsung dihadiahi tatapan tajam oleh pria tampan yang membela gadis itu.

"Aku nggak amnesia, aku memang nggak kenal sama kalian semua. Aku juga nggak tau aku di mana."

"Sepertinya Zella benar-benar amnesia, wajah bingungnya terlihat sekali," gumam pria itu yang masih terdengar di telinga sang gadis.

"Shaka kamu telpon dokter Andin, katakan Zella sudah sadar tapi tidak ingat dengan siapa-siapa," titah pria itu dengan tegas.

"Baik Bang Zio."

Tidak perlu waktu lama, Dokter cantik yang bernama Dokter Andin datang untuk memeriksa gadis itu. Sang gadis masih bingung dengan yang terjadi, karena terus dipanggil Zella padahal dirinya yakin namanya adalah Ferandha Carissa bukan Zella.

"Sepertinya Nona Grizella memang amnesia, mungkin karena terkena sesuatu di kepalanya sampai akhirnya jadi amnesia," ujar Dokter Andin memberitahu dengan bahasa yang mudah dipahami.

Setelah memeriksa keadaan gadis itu, Dokter Andin segera pergi dari ruangan itu. Sedangkan pria yang tadi meminta kedatangan Dokter Andin.

"Kamu mungkin bingung dengan apa yang terjadi, biar saya jelasin ya. Kamu mengalami amnesia, Zella. Nama kamu itu Grizella Lucelia Syailendra," ucap pria yang dipanggil Bang Zio itu dengan lembut.

"Aku bukan Grizella, aku Fera. Kamu pasti salah mengenali orang," balas gadis itu yang mengaku dirinya adalah Fera.

"Siapa lagi Fera itu? Lo itu Grizella, nggak usah ngaku-ngaku jadi orang lain deh," ucap seorang pria yang tadi sejak kedatangannya sudah berbicara tidak enak pada gadis itu.

"Kamu, Grizella Lucelia Syailendra. Kamu itu adik kami, kamu bukan Fera. Saya nggak akan salah mengenali kamu, Zella," tegasnya.

Fera yakin dirinya adalah Fera, tetapi ia bingung sekali kenapa ia dipanggil Zella. Semua orang di ruang ini juga kekeh memanggilnya Zella.

"Boleh aku ambilkan aku cermin," pinta Fera. Dengan sigap, pria itu mengaku sebagai Kakak Zella itu mengambilkan Cermin dan diberikan pada Fera.

Saat bercermin, Fera begitu terkejut ternyata ia melihat wajahnya berbeda bukan seperti wajahnya sendiri. Bahkan wajahnya terlihat lebih muda dari sebelumnya.

"Apakah aku mengalami transmigrasi? Apa sekarang aku berada ditubuh gadis yang bernama Zella?" tanyanya di dalam hati.

Mengenai transmigrasi, Fera jelas sudah sangat familiar mengenai hal itu. Karena ia sudah membaca beberapa novel yang bertemakan transmigrasi, tetapi yang dirinya tidak habis pikir. Kenapa sekarang ia malah mengalaminya sendiri.

Fera baru ingat, bahwa nama Grizella Lucelia Syailendra adalah nama tokoh antagonis di novel yang tadi baru ia baca. Apakah dirinya harus terjebak di dalam tubuh karakter yang paling dibencinya.

"Argh!!" teriak Fera sambil menjambak rambutnya, melihat yang dilakukan oleh gadis itu. Semua orang jelas sangatlah terkejut.

"Apa ada yang sakit?" tanya pria yang dipanggil Bang Zio itu dengan perhatian.

"Jika aku adalah Grizella Lucelia Syailendra, lalu kalian semua itu siapa?" tanya Fera dengan penasaran.

"Saya, Arzio Marva Syailendra. Kamu dan adik saya yang lain biasa memanggil saya Bang Zio," kata Zio memperkenalkan dirinya.

Fera membulatkan matanya, karena ia merasa senang sekali bisa melihat visual asli karakter kesukaannya. "Tuan Muda Zio."

"Ya, orang juga memanggil saya seperti itu."

"Lalu mereka itu siapa?" tanya Fera sambil menunjuk dua pria yang sejak tadi terlihat sangat tidak menyukainya, bahkan mungkin membencinya.

"Yang ada di sebelah kanan saya itu Darren Revaldo Syailendra. Adik pertama saya, yang berarti Kakak kedua kamu. Kamu biasa memanggilnya Bang Darren. Sedangkan sebelah kiri saya, itu Shaka Kailash Syailendra, Adik kedua saya, kamu memanggilnya Bang Shaka," ucap Zio panjang lebar memperkenalkan kedua adiknya pada Fera.

"Udahkan perkenalannya, kalau gitu aku pergi dulu, Bang," pamit Darren yang diikuti oleh Shaka juga. Sebelum Darren dan Shaka keluar dari kamar yang di duga sebagai kamar Zella, pasangan paruh baya masuk.

Wanita paruh baya yang masih terlihat sangat cantik itu, langsung memeluk Fera yang kini berada di tubuh Zella. "Mama seneng banget, sayang. Akhirnya kamu sadar juga."

Fera terdiam, gadis itu hanya bisa mematung saat dipeluk oleh wanita paruh baya itu. Ia merasakan pelukan begitu tulus, pelukan dari seorang Ibu yang sudah lama tidak dirasakannya.

Tanpa sadar Fera mengeluarkan air mata, tetapi segera ia hapuskan.

"Zella amnesia, Ma," beritahu Zio pada sang Mama.

"Zella sayang, ini Mama. Maaf, ya selama ini Mama sibuk banget, Mama janji akan berusaha luangkan waktu buat kamu." Fera hanya bisa diam mengangguk.

Gadis itu tau, menurut novel yang ia baca. Nyonya Metha Syailendra yang tidak lain adalah Mama Zella. Sangat menyayangi putra maupun putrinya, tetapi ia memang sangat sibuk karena seorang pebisnis sukses seperti suaminya yaitu Arlen Syailendra.

"Kamu kok diem aja, sayang? Ada yang sakit?" tanya Arlen perhatian.

Fera merasa terharu, setelah sekian lama akhirnya mendapatkan perhatian dari sosok orang tua. Sudah bertahun-tahun Fera hidup sebatang kara, karena kedua orang tuanya meninggal dunia karena kecelakaan 20 tahun lalu. Walau dalam beberapa tahun, Fera sempat tinggal bersama dengan Talia. Lebih tepatnya sebelum Talia menikah.

Sebenarnya, Fera mempunyai banyak Om Tante. Namun, mereka terlalu serakah. Mereka hanya menginginkan harta peninggalan orang tua, tetapi tidak mau mengurus Fera. Hingga akhirnya Fera lebih memilih tinggal sendiri lebih bebas, walaupun begitu Fera tau batasan jadi hidupnya tetap terarah.

"Mungkin Zella masih pusing, Pa. Mending kita pergi dari kamarnya, kita biarin Zela istirahat," ujar Zio selaku putra sulung Arlen. Sesuai dengan ucapan Zio, semua orang akhirnya keluar dari kamar Zella.

อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป

บทล่าสุด

  • Antagonis Kesayangan Tuan Muda   Chapter 6. Ferandha Benar-benar Sudah Tiada

    "Kita keliling rumahnya besok aja, saya mendadak enggak enak badan jadi ingin istirahat," ucap Zio sebelum berlalu dari hadapan semua orang.Mendengar hal itu, Fera jadi khawatir pada Zio. Gadis itu jadi bertanya-tanya, kenapa Zio bisa tiba-tiba enggak enak badan? Apakah setelah mendengar kabar duka itu, pria itu jadi sedih dan langsung tidak enak badan.Fera memilih kembali ke kamar saja, begitu juga yang lain. Hima, Franda dan Rion malam ini memang menginap di kediaman Syailendra.Di dalam kamarnya Fera termenung, ia pun tidak baik-baik saja setelah mendengar bahwa gadis yang memiliki nama yang persis seperti namanya telah meninggal dunia karena kecelakaan.Ratih masuk ke kamar Fera, Fera sengaja tidak menutup pintu karena tahu Ratih akan segera datang ke kamarnya."Mana perekam suaranya?" Ratih langsung memberikan apa yang Fera minta."Tadi aman 'kan saat kamu taruh dan ambil perekam suaranya nggak ada curiga?" tanya Fera.

  • Antagonis Kesayangan Tuan Muda   Chapter 5. Drama Adeeva

    "Ayo kita makan, ngobrolnya nanti aja," titah Arlen selaku tertua di antara mereka.Adeeva kebetulan duduk di samping kanan Fera, tiba-tiba menyenggol Fera yang sedang mengambil mangkuk berisi kuah panas. Kuah panas itu malah tumpah di baju Adeeva."Aduh panas!" teriak Adeeva langsung bangkit dari kursinya. Melihat baju Adeeva terkena kuah panas, jelas semua orang jadi panik. Tak terkecuali Zio, tetapi Darren yang terlihat lebih panik. "Pelayan ambilkan kain cepet!"Pelayan yang mendengar perintah dari Tuan Mudanya, langsung bergegas mengambilkannya dan memberikannya pada Darren. Darren langsung membantu membersihkan baju Adeeva yang terkena kuah panas. "Ayo kita ke rumah sakit," ajak Darren."Enggak usah, aku udah gak papa. Paling melepuh dikit doang kok," balas Adeeva. Dengan emosi memuncak, Darren menghampiri Fera. Pria itu menampar Fera dengan keras."Darren!" teriak Metha, Arlen bahkan Zio.Fera yang berada di tubuh Zella, memegang pipinya yang baru saja ditampar oleh Darren. Pad

  • Antagonis Kesayangan Tuan Muda   Chapter 4. Bertemu Dengan Zella

    "Ada yang perlu saya bantu, Nona? Jika tidak, saya akan segera pergi dari kamar Nona." Ratih berkata setelah bangkit dari ranjang Zella."Tunggu, sebentar." Fera bingung, cara ia mengatakannya. Tadi ia sudah menolak makanannya, sekarang ia lapar apalagi makanannya terlihat sangat menggiurkan.Ratih menurut, ia menunggu perintah dari sang Nona. "Bawa sini makanannya, biar saya makan saja. Obatnya sekalian."Ratih tersenyum kecil, ia langsung mengambilkan nampan berisi makanan serta obatnya. Nampan tadi ditaruh di nakas oleh Ratih. "Nona makanannya sudah dingin, bagaimana jika makanannya saya ambilkan yang baru saja.""Tidak usah, saya mau itu saja." Mau tidak mau, Ratih memberikannya makannya. Sepertinya mendengar jawaban dari Ratih, membuat tenaganya terkuras habis. Hingga membuat Fera kelaparan.***Seorang gadis cantik sedang berada di sebuah taman yang sangat indah, ia melihat ke sekeliling untuk mengagumi pemandangan yang ada di hadapannya."Indah sekali, sebenarnya aku ini sedang

  • Antagonis Kesayangan Tuan Muda   Chapter 3. Orang Kepercayaan Zella

    Fera kini hanya bisa meratapi nasibnya, semua yang terjadi tidak dapat dipercaya oleh akal pikirannya. Bagaimana tidak, ia kecelakaan dikira tidak akan meninggal dunia menyusul kedua orang tuanya. Akan tetapi, dirinya malah masuk ke dalam novel.Banyak pertanyaan dibenak Fera, mengenai alasan terjadi transmigrasi pada dirinya. Apa yang harus ia lakukan setelah menjadi Zella? Sedangkan Fera tahu, di dalam novel Zella adalah tokoh antagonis yang dibenci oleh semua orang termasuk keluarganya sendiri. Terlihat dari sikap Darren dan Shaka tidak senang atas sadarnya Zella.Sebelum memutuskan untuk melakukan apa, Fera ingin mencari tahu apa yang terjadi pada Zella sampai gadis itu tidak sadarkan diri. Hingga saat membuka mata, jiwa orang lain yang ada di dalam tubuh Zella. Orang itu adalah Fera.Terdengar suara ketukan berulang, membuat Fera yang sedang berpikir mendadak hilang konsentrasinya."Masuk," ujar Fera malas.Masuklah seorang gadis muda dengan pakaian pelayan sambil membawa makana

  • Antagonis Kesayangan Tuan Muda   Chapter 2. Grizella Lucelia Syailendra

    Terdengar suara berisik, hingga membangunkan seorang gadis cantik. Dengan perlahan ia membuka matanya, gadis itu terkejut melihat sekelilingnya. Dirinya merasa begitu asing dengan tempatnya berada, bahkan dengan orang-orang yang ada di sekelilingnya."Kenapa aku di sini? Bukannya aku sudah mati?" tanya gadis itu dari dalam hati."Nona Grizella sudah bangun? Nona butuh sesuatu?" tanya para perempuan berseragam seperti pelayan, sepertinya mereka ada pelayan. Beberapa pelayan tampak pergi dari ruangan itu. Gadis itu tampak memegang kepalanya yang mendadak terasa pusing, ia masih sangat bingung dengan apa yang terjadi padanya."Akhirnya lo bangun juga, Zella. Gue kira lo nggak akan bangun lagi, mungkin kita semua akan tenang jika hal itu terjadi," kata seorang pria yang baru masuk ke dalam ruangan itu di susul oleh beberapa orang."Zella? Siapa Zella, aku Fera," ujar gadis itu berbicara di dalam hati."Jaga bicara kamu, Darren! Kamu nggak seharusnya berbicara seperti itu sama adik kita,

  • Antagonis Kesayangan Tuan Muda   Chapter 1. Feranda Carissa

    Seorang gadis cantik, terlihat tengah mengkhayal di dalam kamarnya. Sampai suara ketukan pintu terdengar begitu nyaring, hingga khayalannya langsung buyar."Ganggu orang lagi mengkhayal aja," keluh gadis itu yang tidak lain adalah Ferandha Carissa. Ferandha atau kerap disapa Fera adalah seorang artis papan atas."Fera bangun! Enggak liat udah jam berapa?" Talia– Asisten Fera berteriak sambil terus mengetuk pintu kamar majikannya."Apa sih Tal! Gue udah bangun kali, lo lagi ngapain sih ketuk-ketuk gitu. Padahal lo bisa tinggal masuk ke kamar gue kayak biasanya, toh gue nggak kunci kamar," balasnya dengan jengah."Lupa gue, Fer. Gue kira kamarnya lo kunci kayak kemarin. Lo juga sih, Fer. Enggak liat jam apa gimana? Sekarang udah pukul berapa, lo itu harus syuting tau nggak sih. Kalau udah bangun, harusnya lo udah siap di depan tinggal berangkat. Enggak perlu gue teriak-teriak panggilin lo. Atau lo lupa ada syuting hari ini?"Talia memang Asisten Fera, tetapi Fera tidak menganggapnya seb

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status