"Tapi sekarang kau tak punya pilihan lain, tanpa penenang kekuatan mentalku," ucap Scarlett. Lengannya kembali terulur mengalung di leher Valerian. Scarlett mencodongkan wajahnya hingga bibirnya tepat di depan telinga Valerian. Hembusan nafasnya membuat bulu kuduk Valerian meremang. Semakin menguatkan hawa panas yang menjalar di tubuh Valerian. "Rasa sakit yang mengerogoti tulang ini, cepat atau lambat akan membuatmu mati kesakitan di sini," lanjut Scarlett. Valerian memejamkan matanya menahan sensasi panas yang semakin menyakitkan terus menyelubungi tubuhnya. Valerian, seorang panglima perang takut mati? Lelucon macam apa ini? Valerian membuka matanya, menatap tajam ke arah Scarlett. Melihat bagaimana liciknya Scarlett, dulu memanfaatkan dana militer, sekarang mau memanfaatkan kekuatan mentalnya, tak sanggup menambah rasa benci Valerian kepada Scarlett. "Bahkan jika matipun, aku tak akan membiarkan diriku dikendalikan olehmu." TING! "Valerian, kekurangan kekuatan pene
Last Updated : 2026-07-04 Read more