Bab 64 Mata Hongwu sedikit membelalak, secercah kegembiraan yang jarang terlihat jelas berkilau di manik matanya yang gelap. "Menyamar," ulangnya pelan, seolah kata itu asing dan belum pernah menyentuh telinganya selama puluhan tahun. Ide itu sungguh tak terbayangkan bagi seseorang yang sejak hari pertama ia ingat, selalu dikelilingi barisan pengawal yang berdiri tegak, pelayan yang menunduk dalam-dalam, dan orang-orang yang tak berani menatap wajahnya lebih dari sedetik. "Apakah kau mengusulkan agar Kaisar Dinasti Ming yang Agung berjalan santai di pasar selatan dengan pakaian kain kasar layaknya rakyat jelata?" Ia menggeleng pelan, namun senyum di bibirnya tak bisa disembunyikan—senyum yang lepas, tanpa beban, tanpa pertimbangan politik yang rumit. "Kau sungguh luar biasa, Lianhua. Entah kau wanita yang paling berani di seluruh istana ini, atau yang paling berbahaya." Ia menyandarkan punggungnya ke bantal sutra, pandangannya melayang ke jendela tempat
Última atualização : 2026-07-21 Ler mais