Bab 54 Beliau menatapku lekat-lekat selama beberapa saat, matanya sedikit menyipit seolah sedang mencari jejak kebohongan di balik jawaban sederhanaku. Namun wajahku tetap tenang, setenang taman yang pernah kubayangkan—tanpa riak, tanpa keresahan. "Kedamaian," gumamnya pelan, lebih kepada dirinya sendiri daripada kepadaku. "Sesuatu yang sangat langka di istana ini. Kebanyakan orang di sini menganggap kedamaian sama dengan kelemahan, dan keheningan hanyalah tanda ketakutan yang disembunyikan." Beliau melepaskan genggamannya, lalu berdiri tegak. Jubah sutra tebalnya bergesekan pelan dengan lantai batu saat beliau berjalan ke tepi panggung tinggi, menatap ke arah gerbang tempat para selir tadi menghilang satu per satu. "Seluruh lingkaran istana dan pejabat akan segera datang menghampirimu, Lianhua," ucapnya tanpa menoleh ke belakang. "Mereka akan menyebutmu licik, penuh perhitungan, dan tak pantas mendapat kepercayaan. Setiap langkahmu akan dicur
آخر تحديث : 2026-07-19 اقرأ المزيد