Keheningan menyelimuti ruang rapat lantai dua puluh Mahesa Tower. Di balik kaca jendela raksasa yang memperlihatkan pemandangan Kota Jakarta dari ketinggian, tiga pria duduk mengelilingi meja oval berbahan kayu jati hitam. Mereka adalah inti dari Keluarga Mahesa—pemegang saham mayoritas sekaligus pemilik Mahesa Group. Di ujung meja, Bramantyo Mahesa, sang pemimpin berusia lima puluh lima tahun—duduk dengan penuh wibawa. Sebagai Ketua Dewan Komisaris, Bramantyo tidak lagi mencampuri urusan operasional sehari-hari. Ia adalah pemegang modal, penikmat keuntungan, dan penentu arah strategis perusahaan. Di sisi kanannya, Sagara Mahesa, putra sulung Bramantyo, seorang pengacara sekaligus menjabat sebagai Komisaris, memutar-mutar gelas kristal berisi wine. Tatapannya dingin, menyimpan ketegasan seorang pewaris utama. Sedangkan di sisi kirinya, Arka Mahesa, sang adik, duduk dalam diam sambil memperhatikan laporan keuangan di layar tabletnya. "Dua persen," ujar Bramantyo dengan suara be
آخر تحديث : 2026-09-25 اقرأ المزيد