“Bu Angel, di dalam bus ramai sekali, aku bantu pegangin, ya.”Suara berat pria itu terdengar di dekat telingaku, disusul satu tangan besar hangat menempel di pinggangku.Aku tak berani bergerak, karena dia adalah ayah dari murid paling sulit diatur di kelasku, sekaligus investor terbesar sekolah ini.Aku tak tahu, ternyata bus wisata yang penuh sesak ini akan membawaku menuju jurang hasrat….….Namaku Angel, seorang guru Bahasa Indonesia di Sekolah Mondi.Untuk bisa magang di sekolah unggulan ini, aku sudah berjuang mati-matian. Agar bisa segera diangkat menjadi pegawai tetap, aku terus menekan diriku setiap hari.Kemeja putihku selalu kukancingkan sampai ke atas, rok span hitam sepanjang lutut yang kupakai begitu rapat, seolah memperlihatkan kulit sedikit saja adalah penghinaan terhadap gelar ‘pendidik’.Aku pikir selama bersikap profesional dan sopan, diriku bisa melewati masa magang dengan tenang.Namun, aku lupa ada beberapa bahaya yang tak bisa dihindari hanya dengan menghindar.
Read more