ログイン“Bu Angel, jangan asal gerak.” “Wajahmu merah sekali, kamu kepanasan, ya?” Di dalam bus wisata yang penuh sesak dan gerah, aku dipeluk erat oleh Chandra, donatur terbesar di sekolah, sekaligus ayah dari murid paling nakal di kelasku. Kemeja putihku sudah basah kuyup karena berkeringat sejak tadi. Seiring dengan guncangan bus yang kuat, bokong montokku yang hanya terhalang rok span tipis, tertekan oleh benda miliknya yang perlahan-lahan terbangun di balik celananya. Benda miliknya yang panas membara itu mendorong ke depan dengan tekanan yang pas. Tepat di bawah tatapan seluruh murid dan orang tua yang memenuhi bus, serta tidak jauh dari anak kandungnya sendiri, kedua kakiku langsung terasa lemas. Tubuhku yang sensitif tersentak karena sensasi panas yang membakar itu. Seketika, gelombang gairah yang memalukan membasahi celana dalamku. Dengan perasaan malu sekaligus marah, aku menoleh untuk memberi peringatan padanya. Namun, aku malah bertatapan dengan sepasang mata hitamnya yang dalam, memancarkan sorot penuh godaan dan obsesi….
もっと見るAku berjalan tanpa arah di taman luar vila, air mata mengaburkan pandanganku.Ternyata, dari awal hingga akhir, diriku hanyalah sebuah lelucon.Tepat di saat hatiku sudah mati rasa, sosok bayangan menghalangi jalanku.Itu Chandra.“Kenapa kamu lari?” tanyanya dengan dingin.“Pak Chandra.” Aku mendongak menatapnya, berusaha sekuat tenaga membuat suaraku terdengar tenang, “Pestanya belum selesai, kok kamu malah keluar?”Aku sengaja menggunakan panggilan yang terasa asing dan berjarak.Dia mengerutkan kening, tampak sangat tidak puas dengan sikapku.“Angel, apa maksudmu?”“Nggak bermaksud apa-apa.” Aku tersenyum, senyuman itu terlihat sangat menyedihkan.“Aku hanya ingin mengucapkan selamat padamu karena telah menemukan tunangan yang begitu serasi.”“Selamat… atas pernikahanmu, semoga hubungan kalian langgeng hingga maut memisahkan.”Usai bicara, aku melangkah memutari tubuhnya dan berniat pergi.Namun, tiba-tiba dia mencengkeram pergelangan tanganku, menarikku kembali dan menghimpitku de
“Ada satu miliar di dalam sini, kata sandinya hari ulang tahunmu.”“Mulai sekarang, aku akan mengirimkan nominal yang sama ke kartu ini setiap bulan.”“Nggak perlu khawatir soal magangmu. Hari senin depan, kontrak karyawan tetap akan dikirim ke kantormu.”Dengan singkat dan padat, dia menetapkan hubungan kami.Aku menatap kartu bank yang dingin itu, hanya bisa merasa benda itu sangat menusuk pandangan.Ternyata, satu malamku, malam pertamaku dan masa depanku hanya dihargai satu miliar.“Aku nggak mau uangmu,” ujarku dengan serak, sambil mendorong kartu itu kembali.Dia mengangkat alisnya, tampak agak terkejut.“Kurang?”“Bukan.” Aku menggelengkan kepala, memberanikan diri untuk menatapnya, “Pak Chandra, aku tahu diriku nggak punya hak untuk bernegosiasi denganmu.”“Tapi aku mau tahu hubungan kita yang seperti ini… akan bertahan berapa lama?”Dia tersenyum, mengulurkan tangan untuk mencengkeram daguku, lalu ujung jarinya mengusap bibirku dengan lembut.“Tergantung kamu.”“Tergantung ber
Setiap dia mengucapkan satu kalimat, rasanya hatiku semakin tenggelam.Dia membedah habis hasrat kelam yang tersembunyi di lubuk hatiku, hasrat yang bahkan tak berani kuhadapi… lalu menelanjanginya begitu saja tanpa ditutup-tutupi.Aku tak berdaya untuk membantah, karena semua ucapannya memang benar.Aku adalah wanita jalang munafik yang mengenakan topeng anggun.Lagi-lagi air mata mengalir turun tanpa bisa ditahan.Melihat wajahku yang dibasahi air mata, dia tidak merasa kasihan sedikitpun. Sebaliknya, sorot matanya malah menjadi semakin membara.Dia mencengkeram daguku, lalu membungkamku dengan ciuman yang kasar.Kali ini, bukan lagi sebuah penjarahan, melainkan gigitan dan sesapan yang membawa kesan menghukum.Tangannya menjelajahi tubuhku sesuka hati, memancing api gairah di setiap bagian tubuhku.Baju tidurku dirobek dengan kasar olehnya.Perlawananku terasa tak berarti di hadapan dominasinya yang begitu kuat.Tak butuh waktu lama, aku sudah ditelanjangi bulat-bulat olehnya, tampa
Ini rasanya seperti mempertahankan sisa harga diri terakhir untuk diriku sendiri.Aku berdiri di depan pintu kamar nomor 808. Tanganku yang terangkat sempat turun beberapa kali, lalu akhirnya terangkat lagi.Setiap detak jantungku rasanya seperti sedang menghakimiku. Pada akhirnya, aku memejamkan mata. Bagaikan tawanan yang melangkah ke tempat eksekusi, aku mengetuk pintu kamar itu.Pintu segera terbuka.Chandra memakai jubah tidur sutra berwarna hitam dengan bagian kerah yang agak terbuka, memperlihatkan dadanya yang tegap.Rambutnya tampak agak basah, jelas sekali dia juga baru selesai mandi.Melihat kedatanganku, dia tak terkejut sedikitpun. Sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman penuh arti.“Aku kira Bu Angel nggak berniat datang.”Dia bergeser ke samping untuk membiarkanku masuk, lalu menutup pintu kamar.Suara pintu yang terkunci terdengar jelas, bagaikan vonis yang menjatuhkan takdirku.Ini adalah sebuah suite mewah. Ruang tamunya sangat luas dengan dekorasi yang terkesan
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.