Aku bagaikan sulur yang kehausan, tanpa sadar merambat dan melilit pohon besar yang kokoh, berharap bisa menyerap nutrisi yang membuatku tetap bertahan hidup darinya.Entah sejak kapan kedua tanganku sudah melingkar di lehernya. Tubuhku bergerak aktif mendekat ke arahnya, mencium leher dan dagunya tanpa beraturan.Rey jelas agak terkejut dengan gairahku yang tiba-tiba ini, tapi tak menunggu lama, dia langsung mengambil alih kendali.Dia mencengkeram bagian belakang kepalaku, lalu mencium bibirku dengan kasar seolah ingin menguasai segalanya.Ciumannya terasa begitu dominan dan tegas. Berbeda dengan Bayu yang selalu begitu lembut, tapi sikapnya yang agresif dan obsesi untuk menguasai, dia membuka paksa sela-sela gigiku, menyusup jauh ke dalam, mengait, bersahutan dan menghisap lidahku dengan gila-gilaan.Aku hampir kehabisan napas karena ciumannya, hanya bisa mengeluarkan suara desahan lirih. Seketika, tubuhku lemas seperti genangan lumpur, sepenuhnya bergantung pada topangan tubuhnya a
Baca selengkapnya