Masuk“Bu Sumi, stokingmu basah, kalau nggak dilepas bisa sakit nanti.” Di dalam pondok kecil saat hari hujan itu, Leo berlutut. Jari-jari panjangnya yang ramping mengait ujung stoking di pahaku. Aku menggelengkan kepala sekuat tenaga, tapi tubuhku malah menjerit liar… membiarkan dia terus melanjutkannya….
Lihat lebih banyakDi antara kami berdua, kini telah terjalin sebuah hubungan yang rumit dan berbahaya, sesuatu yang telah melampaui batas antara guru dan orang rua murid, bahkan melampaui hubungan pria dan wanita biasa.Mobil pun segera tiba di area komplek rumahku.“Sudah sampai.” Rey menghentikan mobilnya, lalu melepas sabuk pengamannya sendiri.Namun, aku tetap tak bergerak. Aku menoleh dan menatap ke arahnya.“Pak Rey, kejadian hari ini….”Aku menarik napas dalam-dalam, berniat mengakhiri semua ini.“Anggap saja nggak pernah terjadi apa-apa.”Rey menatapku tanpa menjawab, hanya saja sorot matanya berubah menjadi lebih dalam.Saat aku mengira dia akan setuju, tiba-tiba dia mendekat ke arahku.Aku tersentak kaget dan reflek memundurkan tubuh.Namun, dia tak menciumku ataupun melakukan hal-hal lain seperti yang kubayangkan.Dia hanya mengulurkan tangan ke dalam saku bagian dalam jasnya, lalu mengeluarkan sebuah kartu nama.Kemudian, di bawah tatapanku, dia membuka kancing pertama di bagian dada gaunku
Karena hanya satu jari saja yang menusuk ke dalam.Jari ini bagaikan sebuah kunci yang membuka pintu hasrat di tubuhku, tapi masih jauh dari kata cukup untuk membendung gejolak yang meluap deras.Rasa hampa yang luar biasa besar malah membuatku semakin gila.“Kurang… aku masih mau….”Aku bagaikan siluman yang tak mengenal puas, terus melekat padanya dan menginginkan lebih.Namun, tepat pada saat itu, tiba-tiba Rey menarik keluar jarinya.“Bu Sumi, permainannya selesai.”Dia berdiri, menatapku dari posisi yang lebih tinggi. Sorot matanya kini sudah kembali jernih dan tenang, hanya menyisakan sisa gairah yang belum sepenuhnya pudar.“Sepertinya hujannya sudah reda.”Aku tercengang.Di luar jendela, suara gemercik hujan memang sudah berhenti, hanya menyisakan bunyi tetesan air yang jatuh dari atap.Cahaya tipis masuk melalui celah pintu, mengusir kegelapan di dalam pondok.Sekaligus membubarkan seluruh suasana intim yang semula memenuhi ruangan.Aku menunduk melihat diriku sendiri.Pakaia
“Katakan, Bu Sumi.”Suara Rey terdengar begitu penuh godaan.“Kasih tahu aku, apa yang kamu mau?”Aku menggigit bibir bawah dengan air mata yang menggenang di pelupuk mata, tapi tak mampu mengeluarkan sepatah katapun.Apa yang aku mau?Diriku sendiri juga tidak tahu.Aku hanya tahu bahwa kobaran api di dalam tubuhku telah terpancing sepenuhnya oleh pria ini, membakar habis seluruh akal sehat dan hanya menyisakan naluri paling dasar.Aku menginginkannya. Aku menginginkan pria yang belum lama kukenal itu, ingin dia mengisi kekosongan yang sudah terlalu lama melanda tubuhku dengan cara yang paling kasar.Melihat aku diam, Rey tak mendesak lagi.Dia tiba-tiba berlutut.Gerakan ini langsung membuatku tegang.Aku menunduk dan melihatnya sedang mendongak, menatapku dari bawah dengan tatapan yang sangat agresif.Gaun putihku yang basah kuyup menempel ketat di tubuh, membentuk siluet yang sexy.Sebenarnya ujung gaun itu hanya sebatas pertengahan paha dan karena pergerakan tadi, bagian bawahnya
Aku bagaikan sulur yang kehausan, tanpa sadar merambat dan melilit pohon besar yang kokoh, berharap bisa menyerap nutrisi yang membuatku tetap bertahan hidup darinya.Entah sejak kapan kedua tanganku sudah melingkar di lehernya. Tubuhku bergerak aktif mendekat ke arahnya, mencium leher dan dagunya tanpa beraturan.Rey jelas agak terkejut dengan gairahku yang tiba-tiba ini, tapi tak menunggu lama, dia langsung mengambil alih kendali.Dia mencengkeram bagian belakang kepalaku, lalu mencium bibirku dengan kasar seolah ingin menguasai segalanya.Ciumannya terasa begitu dominan dan tegas. Berbeda dengan Bayu yang selalu begitu lembut, tapi sikapnya yang agresif dan obsesi untuk menguasai, dia membuka paksa sela-sela gigiku, menyusup jauh ke dalam, mengait, bersahutan dan menghisap lidahku dengan gila-gilaan.Aku hampir kehabisan napas karena ciumannya, hanya bisa mengeluarkan suara desahan lirih. Seketika, tubuhku lemas seperti genangan lumpur, sepenuhnya bergantung pada topangan tubuhnya a
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.