“Neng, Nduk. Mumpung kalian kumpul di sini, ada hal yang pakde mau katakan.” Danu mendadak serius, dan mereka semua langsung memperhatikannya dengan seksama.“Ada apa, Pakde?” Lily memberi perhatian penuh padanya.Keadaan hening sejenak, kemudian Danu perlihatkan isi chatnya pada Wawan petang tadi yang menindaklanjuti tentang penjualan tanahnya.“Wah! Sudah laku, Pakde?” tanya Susan yang terlihat antusias.“Iya, Wawan yang bantu jualkan.. Dan untungnya, dia memang pintar nego harga tanah.” Danu tersenyum senang.“Jadi, kejual berapa? Sudah cukup untuk bayar tuntutan itu?” tanya Ainun.Danu mengangguk pelan. “Masih ada sisa sedikit. Niatnya, nanti pakde mau cari motor biar pergi kerjanya gampang. Yang murah aja,” jawab Danu.Mereka semua tersenyum. Ane yang sudah turun saat itu langsung memeluk Danu dengan begitu sedih karena nasibnya yang malang.“Udah, nggak papa. Ini salah pakde juga yang sembarangan,” ucap Danu pada mereka semua.“Tapi, ada satu lagi.” Danu melanjutkan obrolan itu
Baca selengkapnya