“Keluar, kemana?” tatap Silvy, semakin tajam.“Loh, kok kemana? Kamu kan tahu, kalau Kak Susan ada kerjaan.” Ainun langsung membalas.Melihat situasi yang mulai panas, Susan langsung mengulurkan tangannya agar Ainun tidak terlalu keras. Danu tidak ada, maka tidak boleh terjadi perselisihan. Apalagi Susan juga mau pergi.“Mau ke butik, Dek. Kalau mau nitip, nanti Kakak pulangnya cepetan,” jawab Susan lagi.“Beneran ke butik? Ngga ke tempat lain?” Silvy bertanya lagi, dan ini sedikit memancing emosi.“Vy,” tegur Amy kali ini. Mereka capek, tapi sekarang harus menjaga ibu hamil itu agar tidak stres dan bahaya untuk yang lain.“Kan, Cuma tanya. Kenapa kalian marah?” balas Silvy.Ainun langsung mengepalkan tangan, Lily menarik napas panjang dan Ane langsung memejamkan mata sembari gelengkan kepala.“Yaudah, kalian baik baik di kost, ya? Kakak pergi dulu. Nanti, pulangnya Kakak beliin martabak,” ucap Susan, memecah ketegangan.“Yeey! Kak Susan baik banget. Makasih, Kak Susan!” ucap Ane pada
Baca selengkapnya