Di dalam Royal Suite yang kini terasa seperti tungku pembakaran, Rayyan tidak membiarkan satu inci pun kulit Amira luput dari dominasinya. Rayyan menekan tubuh Amira ke bawah, membuat gadis itu tenggelam di antara tumpukan bantal sutra yang dingin. Tangannya merayap naik, dengan sengaja meremas dada Amira melalui kain tipis kemejanya, memberikan tekanan yang cukup kuat untuk membuat napas gadis itu putus-putus. Setiap kali Rayyan menggerakkan jari-jarinya di sana, ia seolah sedang menandai apa yang akan menjadi wilayahnya. "Lihat aku, Amira," bisik Rayyan, suaranya serak, penuh dengan nafsu yang belum terpuaskan. Ia membenamkan wajahnya di lekuk leher gadis itu, menghisap kulitnya dengan intens hingga meninggalkan tanda merah yang nyata. Lidah Rayyan menyapu nadi Amira yang berdenyut liar, memberikan sensasi hangat yang basah, kontras dengan udara dingin kamar yang mulai menggelap. Tangan Rayyan yang lain menyelinap ke balik kain kemejanya yang lebar, meraba paha dalam A
最終更新日 : 2026-07-11 続きを読む