"Memangnya... apa yang membuatmu tidak nyaman, Amira? Guncangan kuda ini, atau keperkasaanku yang menghimpitmu?"Bisikan serak yang sarat akan intimidasi sensual itu terus menggantung kental di udara, membakar cuping telinga Amira hingga kepalanya berdenyut pening, selama tujuh putaran lapangan berikutnya. Setelah hari semakin terik, jemari kekar Rayyan menarik kuat tali kendali.Kuda jantan hitam itu memekik nyaring, memotong laju kencangnya, lalu perlahan melambat hingga langkah kakinya ketukan demi ketukan meredup dan berhenti tepat di depan pelataran Paviliun Batu khusus Sultan.Rayyan mengayunkan kakinya dengan keanggunan alami, melompat turun dari pelana tinggi tanpa suara, karena sudah terbiasa dengan kegiatan berkuda ini. Pria itu kemudian berbalik menghadap Amira, mengulurkan kedua tangannya, dan dalam beberapa detik yang tak masuk akal, langsung mengunci pinggang ramping Amira untuk memindahkan tubuh itu turun dari punggung kuda. Seolah tubuh Amira sama sekali bukan beban
最終更新日 : 2026-07-24 続きを読む