"A-apa yang Anda bicarakan, Yang Mulia?!" jerit wanita itu seraya terbatuk-batuk, matanya membelalak lebar memancarkan penolakan yang luar biasa.Ia memegangi pergelangan tangan Rayyan yang mencekik lehernya, berusaha keras menggelengkan kepala."Hamba bukan Puan Selin! Hamba hanyalah pelayan dapur bernama Marna! Ampun, Yang Mulia! Wajah hamba... wajah hamba sama sekali tidak mirip dengan mantan selir Puan Selin! Lihat hamba, Yang Mulia! Anda pasti salah orang!"Farhan yang berdiri di dekat mereka melangkah mendekat, menyipitkan mata mengamati wajah pelayan itu di bawah pendar temaram cahaya pagi. Panglima Pengawal Bayangan itu mengerutkan keningnya, mendadak diliputi keraguan.Jika diingat kembali, sketsa wajah Selin yang tersebar di seluruh papan buronan lima tahun lalu memiliki bentuk wajah bulat dengan hidung agak pipih dan mata lebar. Sedangkan wanita di hadapan mereka ini memiliki rahang tirus yang tajam, hidung mancung melengkung tinggi, dan lipatan mata yang jauh berbeda. Seca
Last Updated : 2026-09-05 Read more