Tak lama setelahnya, bel pintu rumah berbunyi nyaring. Seorang wanita bertubuh langsing dengan kulit sawo matang yang eksotis melangkah masuk ke ruang tamu dengan tergesa-gesa."Duh, Jeng... maaf ya lama, tadi di jalan mampir ke rumah sakit sebentar, ada saudara yang sakit," kata wanita itu sambil mengatur napasnya."Nggak apa-apa, Jeng. Dukunnya juga masih anteng kok duduknya nungguin," balas Widuri tertawa kecil. "Nah, Pakde, kenalkan ini Mbak Nadin. Nadin, ini Pakde Yono."Sugiono menoleh dari buku pertaniannya, lalu mengangguk sopan. "Yono."Nadin membalas anggukan itu, matanya mengamati penampilan sang dukun dengan saksama. "Nadin."Tanpa buang waktu, Nadin langsung menoleh ke arah Widuri dengan ekspresi tak sabar. "Eh, bisa langsung saya bawa saja ini, Jeng, ke kota? Saya nggak mau anak-anak di rumah nunggu terlalu lama.""Saya sih nggak masalah, cuman tanya dulu sama Pakde Yono nya," jawab Widuri santai.Nadin beralih menatap Sugiono penuh harap. "Bagaimana, Pakde?"Sugiono ber
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-09-09 อ่านเพิ่มเติม