"Mas..."Suara itu lembut, nyaris seperti embusan angin. Santi melepaskan pegangannya pada gagang pel. Matanya membulat, menatap pria di hadapannya dengan tatapan tidak percaya."Santi? Benar kamu, Santi?" Sugiono melangkah satu kaki ke depan, tangan kasarnya gemetar. "Ke mana saja kamu selama ini? Anak kita..."Belum sempat kalimat itu tuntas, sebuah suara keras memecah keheningan koridor kantor yang dingin."Mbak! Kopi hitam dua! Buatkan sekarang, saya ada rapat!" Seorang staf pria berjas rapi, dengan wajah penuh ambisi, mendekat dengan ponsel menempel di telinganya. Ia melirik sekilas ke arah Sugiono dengan tatapan merendahkan. "Dan itu, di ruang kerja saya juga kotor, tolong dipel. Cepat!"Santi menunduk dalam, bahunya sedikit bergetar. "Baik, Mas. Segera saya kerjakan.""Santi, tunggu," Sugiono hendak meraih lengan mantan istrinya, namun Santi segera berbalik, menarik ember pelnya dengan terburu-buru, menghindari kontak mata."Maaf, Mas. Saya harus bekerja," bisik Santi pelan, ny
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-08-19 อ่านเพิ่มเติม